100 % Jadwal Siaran Acara Lengkap
Di bawah ini adalah jadwal acara yang mungkin ditayangkan pada Rabu, 11 Maret 2026.
Advertisements
| 00:00:00 | Acara |
| 00:00:00 | Sinema spesial |
| 00:00:00 | Acara |
| 00:00:13 | Jadwal tv selengkapnya di jadwaltv.net - jadwal |
| 00:30:00 | Bioskop asia |
| 02:30:00 | Sinema spesial |
| 04:30:00 | Tawa kalcer |
| 06:30:00 | Baalveer |
| 07:30:00 | Janji cinta inspektur virat |
| 09:30:00 | Mega bollywood |
| 13:00:00 | Jhanak |
| 15:00:00 | Teri meri doriyaann |
| 16:00:00 | Vasudha |
| 18:30:00 | Sinema laga klasik |
| 20:30:00 | Sinema laga klasik |
| 22:30:00 | Sinema spesial |
Advertisements
ANTV (singkatan dari Andalas Televisi) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional Indonesia. Stasiun televisi ini awalnya disiarkan pada 1 Januari 1993 di kota Lampung dan sekitarnya. Bermula dari sebuah izin siaran lokal di Lampung, ANTV mengudara selama 5 jam sehari. Dua bulan kemudian, tepatnya tanggal 1 Maret 1993, ANTV secara resmi disiarkan ke seluruh Indonesia dari Jakarta.
ANTV dimiliki oleh konglomerat muda Anindya Bakrie dan sekarang dikelola oleh Erick Thohir, yang menjadi Presiden Direktur dari stasiun televisi ini sekaligus Wakil Komisaris Utama VIVA dan Direktur Utama Intermedia Capital (induk usaha ANTV). Konglomerat media asal Amerika Serikat, Rupert Murdoch, membeli sekitar 20% saham ANTV pada 30 April 2006 melalui perusahaannya di Hong Kong, STAR TV. Pangsa pasar ANTV saat ini adalah sekitar 5% dari 180 juta penonton. ANTV telah memiliki hak siar atas ajang sepak bola bergengsi Dunia, Piala Dunia FIFA 2014 bersama tvOne.
Original source :
Disclaimer : We collect profile information from wikipedia and public domain on the internet. If you object to the information displayed or have other information, please contact us.
Untuk film Indonesia yang diangkat dari kisah ini, lihat Loetoeng Kasaroeng.Lutung Kasarung (artinya Lutung yang Tersesat) adalah cerita pantun yang mengisahkan legenda masyarakat Sunda yang terinspirasi dari kisah para menak Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dalam wujud seekor lutung (sejenis monyet). Dalam perjalanannya di Bumi, sang lutung bertemu dengan putri Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh saudaranya yang pendengki, Purbararang. Lutung Kasarung adalah seekor mahkluk yang buruk rupa. Pada akhirnya ia berubah menjadi pangeran dan mengawini Purbasari, dan mereka memerintah Kerajaan Pasir Batang dan Kerajaan Cupu Mandala Ayu bersama-sama.
Pada tahun 1921, cerita rakyat ini diangkat ke dalam gending karesmen, yaitu drama yang diiringi musik, oleh R.A. Wiranatakusumah, Bupati Bandung. Lima tahun kemudian, NV Java Film Company mengangkatnya ke dalam sebuah film bisu yang berjudul Loetoeng Kasaroeng yang disutradarai oleh L. Heuveldorp. Film ini merupakan film pertama di Hindia Belanda. Film ini diputar dari 31 Desember 1926 sampai 6 Januari 1927 di bioskop Elite (Majestic).
Cerita pantun Lutung Kasarung kemudian dijadikan bahan disertasi oleh F. S. Eringa yang dibukukan pada tahun 1949.
Cerita ini ditulis dalam bahasa Indonesia oleh seniman Belanda Tilly Dalton dalam tahun 1950. Salinan bukunya disumbangkan kepada KITLV di Leiden, Belanda.
Saat ini cerita rakyat tersebut sering muncul dalam bentuk, antara lain, cerita anak, komik, sinetron di televisi-televisi Indonesia.
Keramat atau sakral (bahasa Inggris: sacred) adalah satu hal yang dianggap dan sering didedikasikan atau dihubung-hubungkan dengan pemujaan atau penyembahan dewa ataupun dianggap berharga bagi penghormatan atau pencurahan spiritual; atau mendatangkan kesadaran atau wahyu bagi para penganutnya. Hal-hal yang sering dianggap keramat dapat berupa barang ("artefak keramat" yang dimuliakan dan diberkati) atau tempat ("tanah keramat").
Dunki (Hindi: , translit. ank, har. 'penerbangan keledai') adalah film drama komedi berbahasa Hindi India 2023 yang didasarkan kepada "penerbangan keledai", sebuah teknik imigrasi ilegal. Disutradarai dan disunting oleh Rajkumar Hirani dari skenario yang ditulisnya bersama Abhijat Joshi dan Kanika Dhillon, film ini diproduksi oleh Red Chillies Entertainment, Jio Studios, dan Rajkumar Hirani Films. Film ini dibintangi Shah Rukh Khan, Taapsee Pannu, Vicky Kaushal (disebut sebagai penampilan khusus), dan Boman Irani.
Film ini resmi diumumkan pada April 2022. Pengambilan gambar utama dimulai pada bulan yang sama dan dilakukan secara sporadis dalam beberapa bagian. Pengambilan gambar selesai pada akhir April 2023 dan lokasi pengambilan gambar meliputi Mumbai, Jabalpur, Kashmir, Budapest, London, Jeddah, dan Neom. Musik film ini digubah oleh Pritam, musik latar film ini digubah oleh Aman Pant, sinematografi ditangani oleh C. K. Muraleedharan, Manush Nandan, Amit Roy, dan penyuntingan dilakukan oleh Hirani sendiri.
Dunki ditayangkan di seluruh dunia pada 21 Desember 2023. Film ini mendapat ulasan beragam dari para pengkritik. Film ini telah meraup lebih dari 470,60 crore (US$66 juta) di seluruh dunia dengan anggaran produksi dan pemasaran sebesar 120 crore (US$17 juta), muncul sebagai film bahasa Hindi tahun 2023 dengan pendapatan kotor tertinggi kelima tahun 2023 dan film India tahun 2023 dengan pendapatan kotor tertinggi kedelapan. Pada Penghargaan Filmfare ke-69, film ini meraih sembilan nominasi dan Aktor Pendukung Terbaik dianugerahkan kepada Kaushal.
Kabhi Alvida Naa Kehna (bahasa Indonesia: Tidak Pernah Mengucap Selamat Tinggal; pengucapan bahasa Hindi: [kab alda na kena]), juga disingkat sebagai KANK, adalah sebuah film drama percintaan berbahasa Hindi India 2006 yang disutradarai oleh Karan Johar, yang juga memproduseri film tersebut bersama Hiroo Johar dibawah spanduk Dharma Productions. Film tersebut menampilkan sebuah kelompok pemeran yang beranggotakan Amitabh Bachchan, Shah Rukh Khan, Rani Mukerji, Preity Zinta dan Abhishek Bachchan, sementara Kirron Kher, Ahsaas Channa dan John Abraham memainkan peran pendukung. Film tersebut mengisahkan sebuah perselingkuhan antara Dev Saran (seorang mantan pesepakbola) dan Maya Talwar (seorang guru taman kanak-kanak), yang menyebabkan keretakan hubungan dalam rumah tangga mereka masing-masing.
Dibuat dengan anggaran sebesar 470600 juta (sekitar AS$9,010,8 juta pada 2006), film tersebut ditulis bersama oleh Karan dan Shibani Bathija dengan dialognya yang ditulis oleh Niranjan Iyengar. Musik untuk film tersebut adalah gubahan dari ShankarEhsaanLoy, sedangkan penulisan liriknya ditangani oleh Javed Akhtar. Perancangan latar dan pengambilan gambarnya masing-masing ditangani oleh Sharmishta Roy dan Anil Mehta, sementara Manish Malhotra mengurusi pembuatan busananya dan Mickey Contractor menangani penataan riasnya. Proses pemfilman mengambil tempat di Malaysia dan Amerika Serikat, dilakukan dari SeptemberDesember 2005.
Setelah mengalami sebuah penundaan, Kabhi Alvida Naa Kehna dirilis pada 11 Agustus 2006 dengan mempromosikan kalimat tagar, "Sebuah Cinta Yang Menghancurkan Seluruh Hubungan". Film tersebut mendapatkan sambutan beragam dari para kritikus dan sukses secara komersial; menghasilkan 1,12 miliar (sekitar AS$25,2 juta pada 2006) dan menjadi film India berkeuntungan tertinggi keempat pada tahun tersebut. Tema dari film tersebut, yang berupa hubungan luar pernikahan dan ketidaksetiaan, dianggap telah mempengaruhi perfilman India arus utama. Film tersebut meraih delapan Penghargaan Bollywood Eropa Tengah Tahunan, lima Penghargaan Zee Cine, tiga Penghargaan Film Bollywood, dua Penghargaan Film India Global dan masing-masing sebuah penghargaan dari upacara Filmfare, IIFA dan Screen.
Mardaani 2 (bahasa Indonesia: Pemberani 2) adalah sebuah film cerita seru berbahasa Hindi India 2019 garapan Gopi Puthran. Sebuah sekuel untuk Mardaani (2014), film tersebut menampilkan Rani Mukerji sebagai protagonis Shivani Shivaji Roy, seorang inspektur kepolisian yang memberantas kasus-kasus pemerkosaan, dan Vishal Jethwa sebagai antagonis Sunny.
Film tersebut berdasarkan pada sebuah kasus pemerkosaan empat wanita di Yamuna Expressway. Pengambilan gambar utamanya ditangani oleh Jishnu Bhattacharjee, dan dilakukan pada MaretOktober 2019 di Jaipur, Khopoli, Kota, Rajasthan, dan Mumbai. Film tersebut diproduseri oleh Aditya Chopra untuk spanduknya Yash Raj Films, dan Puthran menjadi penulisnya. Penyuntingan ditangani oleh Monisha R Baldawa, dan John Stewart Eduri menggubah skor latar belakangnya.
Mardaani 2 dirilis secara teatrikal pada 13 Desember 2019, dan meraih sambutan positif dari para krtiikus. Dibuat dengan anggaran sebesar 210 juta, film tersebut menghasilkan keuntungan sebesar 567 juta secara internasional. Film tersebut dinominasikan untuk tiga kategori; Aktris Terbaik (Mukerji), Debut Laki-laki Terbaik (Jethwa) dan Debut Sutradara Terbaik (Puthran); di Penghargaan Filmfare ke-65. Film tersebut direncanakan akan memiliki sebuah sekuel, Mardaani 3, dengan Mukerji yang mengulangi perannya.
Copyright 2017 | Disclaimer | By using our site you agree to our cookie usage. See our Privacy Policy.