100 % Jadwal Siaran Acara Lengkap
Di bawah ini adalah jadwal acara yang mungkin ditayangkan pada Sabtu, 03 Januari 2026.
Advertisements
| 00:00:00 | Kabar utama |
| 00:30:00 | Kabar hari ini |
| 01:00:00 | Kabar petang |
| 02:00:00 | Apa kabar indonesia malam |
| 03:00:00 | Kabar utama |
| 03:30:00 | Kabar hari ini |
| 04:00:00 | Kabar arena pagi |
| 04:30:00 | Kabar pagi |
| 06:00:00 | Kabar arena pagi |
| 06:30:00 | Apa kabar indonesia pagi |
| 08:00:00 | Hidup sehat |
| 09:00:00 | Inspirasi pagi |
| 09:30:00 | Kabar utama pagi |
| 10:30:00 | Metropolitan |
| 11:00:00 | Kabar siang |
| 13:00:00 | Apa kabar indonesia siang |
| 15:00:00 | Kabar merah putih |
| 15:30:00 | Berita utama kriminal |
| 16:00:00 | Kabar petang |
| 18:30:00 | Apa kabar indonesia malam |
| 20:00:00 | Dua sisi |
| 21:00:00 | Kabar utama |
| 22:00:00 | Kabar haji |
| 22:30:00 | Kabar hari ini |
| 23:30:00 | Kabar arena malam |
Advertisements
tvOne (sebelumnya bernama Lativi) adalah sebuah stasiun televisi nasional di Indonesia. Berawal dari penggunaan nama Lativi, stasiun televisi ini didirikan pada tanggal 30 Juli 2002 oleh Abdul Latief dan dimiliki oleh ALatief Corporation. Pada saat itu, konsep penyusunan acaranya adalah banyak menonjolkan masalah yang berbau klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya. Sejak tahun 2006, sebagian sahamnya juga dimiliki oleh Grup Bakrie yang juga memiliki stasiun televisi ANTV.
Pada tanggal 14 Februari 2008, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne, dengan komposisi 70 persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan. Abdul Latief tidak lagi berada dalam kepemilikan saham tvOne. Komposisi kepemilikan saham tvOne terdiri dari PT Visi Media Asia Tbk sebesar 49%, PT Redal Semesta 31%, Good Response Ltd 10%, dan Promise Result Ltd 10%. Direktur Utama tvOne saat ini adalah Ahmad R Widarmana.
Original source :
Disclaimer : We collect profile information from wikipedia and public domain on the internet. If you object to the information displayed or have other information, please contact us.
Untuk laman depan situs Wikipedia, lihat Halaman Utama.Home dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Rumah dalam bahasa Inggris
Home (Game of Thrones)
Home (Glee)
Home (Lagu Basshunter)
Home (Lagu Dream Theater)
Home (The X-Files)
Home (album)
Home (album Dewa Budjana)
Home (album Roy Kim)
Home (album Ryan Malcolm)
Home (album The Corrs)
Home (film 2015)
November 1828 adalah film drama epos Indonesia produksi tahun 1979 dan disutradarai oleh Teguh Karya. Film ini dibintangi antara lain oleh Slamet Rahardjo, Rachmat Hidayat, El Manik, dan Yenny Rachman.
Film ini memenangkan tujuh penghargaan pada Festival Film Indonesia 1979, termasuk Film Terbaik.
Surat dari Praha adalah sebuah film drama Indonesia tahun 2016 yang menjadi karya ketujuh Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara. Film yang dibintangi oleh Julie Estelle, Tio Pakusadewo, Widyawati, Rio Dewanto terinspirasi dari kisah kehidupan para pelajar Indonesia di Praha yang tidak bisa kembali akibat perubahan situasi politik Indonesia tahun 1966 pasca Gerakan 30 September dan karya musik Glenn Fredly sebagai elemen utama cerita.
Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) adalah organisasi nonpolitik yang dideklarasikan secara resmi oleh Ketua Umum Rosan Roeslani. Deklarasi ini berlangsung pada tanggal 2 November 2024 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pembina, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.
Cut Nyak Dhien (ejaan lama: Tjoet Nja' Dhien, (12 Mei 1848 6 November 1908); dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Tewasnya Ibrahim Lamnga di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 kemudian menyeret Cut Nyak Dhien lebih jauh dalam perlawanannya terhadap Belanda.
Pada tahun 1880, Cut Nyak Dhien menikah dengan Teuku Umar, setelah sebelumnya ia dijanjikan dapat ikut turun di medan perang jika menerima lamaran tersebut. Dari pernikahan ini Cut Nyak Dhien memiliki seorang anak yang diberi nama Cut Gambang. Setelah pernikahannya dengan Teuku Umar, Cut Nyak Dhien bersama Teuku Umar bertempur bersama melawan Belanda. Namun, pada tanggal 11 Februari 1899 Teuku Umar gugur. Hal ini membuat Cut Nyak Dhien berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Usia Cut Nyak Dien yang saat itu sudah relatif tua serta kondisi tubuh yang digrogoti berbagai penyakit seperti encok dan rabun membuat satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba. Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. Keberadaan Cut Nyak Dhien yang dianggap masih memberikan pengaruh kuat terhadap perlawanan rakyat Aceh serta hubungannya dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap membuatnya kemudian diasingkan ke Sumedang. Cut Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang. Nama Cut Nyak Dhien kini diabadikan sebagai Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya di Meulaboh.
Copyright 2017 | Disclaimer | By using our site you agree to our cookie usage. See our Privacy Policy.