JadwalSiaran.Com

100 % Jadwal Siaran Acara Lengkap


Jadwal Siaran Televisi RCTI Minggu, 18 Januari 2026

Di bawah ini adalah jadwal acara yang mungkin ditayangkan pada Minggu, 18 Januari 2026.


Advertisements


Acara RCTI KemarinRCTI Hari iniJadwal RCTI BesokLive Streaming RCTI
00:30:00Bundesliga 2025/2026 (l)
02:30:00Mujizat itu nyata
03:00:00Preman pensiun s5
06:30:00Upin ipin
07:30:00Titus the detective
08:00:00Kiko s4
08:30:00Captain tsubasa s2
09:30:00Dahsyat (l)
11:15:00Indonesian idol s14
15:30:00Cinta lama belum kelar
16:30:00Masterchef indonesia s13
19:30:00Mencintai ipar sendiri
20:30:00Cinta sepenuh jiwa
22:00:00Menantu penguras harta


Advertisements


Acara RCTI Kemarin || RCTI Hari ini || Jadwal RCTI BesokLive Streaming RCTI

RCTI (singkatan dari Rajawali Citra Televisi Indonesia) adalah stasiun televisi swasta Indonesia pertama. Pada awalnya didirikan sebagai perusahaan patungan dengan kepemilikan saat itu adalah Bimantara Citra (69,82%) dan Rajawali Wirabhakti Utama (30,18%). RCTI pertama mengudara pada 13 November 1988 dan diresmikan 24 Agustus 1989 dan pada waktu itu, siaran RCTI hanya dapat ditangkap oleh pelanggan yang memiliki dekoder dan membayar iuran setiap bulannya. RCTI melepas dekodernya pada akhir 1989. Pemerintah mengizinkan RCTI melakukan siaran bebas secara nasional sejak tahun 1990 tetapi baru terwujud pada akhir 1991 setelah membuat RCTI Bandung pada 1 Mei 1991. Sejak Oktober 2003, RCTI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki GTV dan MNCTV. Pada tahun 2004, RCTI termasuk stasiun televisi yang besar di Indonesia. RCTI telah memiliki hak siar atas ajang sepak bola bergengsi Eropa, Euro 2008 bersama GTV dan MNCTV.
Pada tahun 2010, RCTI memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, bersama GTV.

Original source :

Disclaimer : We collect profile information from wikipedia and public domain on the internet. If you object to the information displayed or have other information, please contact us.


Daftar Acara RCTI:


Dua Wanita Cantik

Dua Wanita Cantik adalah serial televisi Indonesia produksi SinemArt yang ditayangkan perdana 31 Juli 2017 pukul 20.50 WIB di SCTV berdasarkan TV Movie berjudul sama. Serial ini disutradarai oleh Umam A. P. dan dibintangi oleh Nikita Willy, Rezky Aditya, dan Ochi Rosdiana.


Silet Awards 2018

Silet Awards 2018 adalah Sebuah Penghargaan Bagi Artis Indonesia Yang ditayangkan oleh infotainment Silet yang Tayang di RCTI.


Miss World 2024

Miss World 2024 adalah edisi ke-72 kontes kecantikan Miss World. Pemenang Miss World 2023 akan memahkotai pemenang di akhir acara. Sekitar lebih dari 90 kontestan direncanakan akan berpartisipasi pada kontes ini.


Bad Parenting

Bad Parenting adalah serial web Indonesia tahun 2022 produksi Cameo Productions yang disutradarai oleh Martin Anugrah. Serial yang ditayangkan di Vision+ pada 27 Juli 2022 ini diperankan oleh Nadila Ernesta, Zidni Hakim, Assila Corina, Maddy Slinger, dan Alif Anwar.


Buya Hamka

H. Abdul Malik Karim Amrullah, bergelar Datuak Indomo serta populer dengan nama pena, Buya Hamka (Indonesia: [/hmk/], Jawi: ) (17 Februari 1908 24 Juli 1981), adalah seorang ulama, filsuf, dan sastrawan Indonesia. Ia berkarier sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia sempat berkecimpung di politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan, menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.
Dibayangi nama besar ayahnya Abdul Karim Amrullah, Hamka remaja sering melakukan perjalanan jauh sendirian. Alih-alih menyelesaikan pendidikannya di Thawalib, ia merantau ke Jawa pada umur 16 tahun. Selang setahun, ia pulang membesarkan Muhammadiyah di Padang Panjang. Pengalaman ditolak sebagai guru di sekolah milik Muhammadiyah karena tak memiliki ijazah dan kemampuan berbahasa Arabnya yang terbatas mendorong Hamka muda pergi ke Makkah. Lewat bahasa Arab yang dipelajarinya, Hamka mendalami sejarah Islam dan sastra secara otodidak. Kembali ke Tanah Air, Hamka bekerja sebagai wartawan sambil menjadi guru agama di Deli. Setelah menikah, ia kembali ke Medan dan memimpin Pedoman Masyarakat. Lewat karyanya Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, nama Hamka melambung sebagai sastrawan.
Selama revolusi fisik, Hamka bergerilya di Sumatera Barat bersama Barisan Pengawal Nagari dan Kota (BPNK) menggalang persatuan rakyat menentang kembalinya Belanda. Pada 1950, Hamka membawa keluarga kecilnya ke Jakarta. Semula, ia bekerja di Departemen Agama, tetapi mundur karena terjun di jalur politik. Dalam pemilihan umum 1955, Hamka terpilih duduk di Konstituante mewakili Masyumi. Ia terlibat dalam perumusan kembali dasar negara. Sikap politik Masyumi menentang komunisme dan anti-Demokrasi Terpimpin memengaruhi hubungan Hamka dengan Presiden Soekarno. Usai Masyumi dibubarkan sesuai Dekret Presiden 5 Juli 1959, Hamka menerbitkan Panji Masyarakat yang berumur pendek, karena dibredel oleh Soekarno setelah menurunkan tulisan mantan wakil presiden Hatta berjudul "Demokrasi Kita". Seiring meluasnya pengaruh komunisme di Indonesia, Hamka diserang oleh organisasi kebudayaan Lekra. Tuduhan melakukan gerakan subversif membuat Hamka diciduk dari rumahnya ke tahanan Sukabumi pada 1964. Dalam keadaan sakit sebagai tahanan, ia merampungkan Tafsir Al-Azhar.
Hamka bebas pada Mei 1966 menjelang berakhirnya kekuasaan Soekarno. Pada masa Orde Baru Soeharto, ia mencurahkan waktunya membangun kegiatan dakwah di Masjid Agung Al-Azhar serta berceramah di Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI). Ketika pemerintah menjajaki pembentukan Majelis Ulama Indonesia pada 1975, peserta musyawarah memilih dirinya secara aklamasi sebagai ketua. Namun, Hamka memilih meletakkan jabatannya pada 19 Mei 1981, menanggapi tekanan Menteri Agama Alamsjah Ratoe Perwiranegara untuk menarik fatwa haram MUI atas perayaan Natal bersama bagi umat Muslim. Ia meninggal pada 24 Juli 1981 dan jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.