JadwalSiaran.Com

100 % Jadwal Siaran Acara Lengkap


Jadwal Siaran Televisi RCTI Senin, 11 September 2023

Di bawah ini adalah jadwal acara yang mungkin ditayangkan pada Senin, 11 September 2023.


Advertisements


Acara RCTI KemarinRCTI Hari iniJadwal RCTI BesokLive Streaming RCTI
05:15:00Seputar inews pagi (l)
05:45:00Sergap
06:15:00Go spot
08:00:00Trending banget loh (tbl)
09:30:00Silet
11:45:00Makan bareng artis
13:00:00Seputar inews siang (l)
13:30:00Dunia terbalik
14:30:00Makan bareng artis spesial
15:45:00Bus jutawan
17:00:00Mahligai untuk cinta
18:30:00Ikatan cinta
20:00:00Cinta tanpa karena
21:30:00Jangan bercerai bunda
23:15:00Pantang mundur biar gak digusur


Advertisements


Acara RCTI Kemarin || RCTI Hari ini || Jadwal RCTI BesokLive Streaming RCTI

RCTI (singkatan dari Rajawali Citra Televisi Indonesia) adalah stasiun televisi swasta Indonesia pertama. Pada awalnya didirikan sebagai perusahaan patungan dengan kepemilikan saat itu adalah Bimantara Citra (69,82%) dan Rajawali Wirabhakti Utama (30,18%). RCTI pertama mengudara pada 13 November 1988 dan diresmikan 24 Agustus 1989 dan pada waktu itu, siaran RCTI hanya dapat ditangkap oleh pelanggan yang memiliki dekoder dan membayar iuran setiap bulannya. RCTI melepas dekodernya pada akhir 1989. Pemerintah mengizinkan RCTI melakukan siaran bebas secara nasional sejak tahun 1990 tetapi baru terwujud pada akhir 1991 setelah membuat RCTI Bandung pada 1 Mei 1991. Sejak Oktober 2003, RCTI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki GTV dan MNCTV. Pada tahun 2004, RCTI termasuk stasiun televisi yang besar di Indonesia. RCTI telah memiliki hak siar atas ajang sepak bola bergengsi Eropa, Euro 2008 bersama GTV dan MNCTV.
Pada tahun 2010, RCTI memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, bersama GTV.

Original source :

Disclaimer : We collect profile information from wikipedia and public domain on the internet. If you object to the information displayed or have other information, please contact us.


Daftar Acara RCTI:


Hanya Kamu

Hanya Kamu adalah sebuah sinetron produksi Kharisma Starvision Plus yang ditayangkan di RCTI. Pemerannya antara lain Coboy Junior, Bella Graceva Amanda Putri, Sharon Sahertian, Salshabilla Adriani, dan Cassandra Sheryl Lee.


Aku Bukan Ustazah

Aku Bukan Ustazah adalah sinetron Ramadhan Indonesia produksi MNC Pictures yang ditayangkan perdana 23 Maret 2023 pukul 04.45 WIB di RCTI. Sinetron ini disutradarai oleh Iip S.Hanan dan dibintangi oleh Maizura, Riza Syah, dan Queen Gendis.


Ratu Di Hatiku

Ratu Di Hatiku adalah lagu utama T.R.I.A.D di album Istimewa. Dirilis pada tahun 2011. Lagu ini berdurasi 4:20 ini menduduki posisi ke-4 di chart Dahsyat.
Lagu ini menduduki posisi chart Dahsyat dari bulan November 2011 hingga sekarang.


Nobita & 3 Pendekar Fantasi

Nobi Nobita (code: ja is deprecated , Nobi Nobita) adalah tokoh protagonis utama dalam cerita Doraemon.Ia adalah anak yang kurang beruntung sampai Doraemon datang dari abad ke-22 untuk membantunya sehingga ia bisa memiliki masa depan yang lebih baik dalam kehidupannya nanti.Ia seorang anak kelas 5 SD yang punya sifat malas, kurang pandai dalam akademik (pelajaran) dan non-akademik (olahraga), sering lupa mengerjakan PR, terlambat datang ke sekolah dan sering tertimpa kesialan dalam hidupnya. Ia juga sering dijahili dan dibully oleh Suneo dan Giant yang juga teman sekelasnya, serta ia sering dimarahi ibunya atau gurunya. Untuk melakukan banyak hal ia meminjam alat dari Doraemon. Ia memilki sifat baik yang kadang membuatnya terkena masalah. Ia juga sering dianggap penakut.
Hobi Nobita dianggap aneh dan tak lazim oleh masyarakat Jepang. Hobinya yaitu tidur siang, bermain tali karet, dan menembak. Ia juga suka mengoleksi tutup botol. Ia memiliki banyak cita-cita namun setelah besar ia hanya menjadi karyawan biasa.
Ia juga suka memelihara hewan, tetapi secara tersembunyi . Contoh hewan yang pernah dipelihara Nobita, yaitu kucing, anjing, anak topan bernama Fuko, dinosaurus, gajah Afrika, ikan mas koki, kumbang tanduk dan masih banyak lagi.
Ia berteman baik dengan teman sekelas Shizuka yang sudah berteman baik sejak mereka masih kecil dan juga akan menjadi suaminya Shizuka saat ia sudah dewasa.


Buya Hamka

H. Abdul Malik Karim Amrullah, bergelar Datuak Indomo serta populer dengan nama pena, Buya Hamka (Indonesia: [/hmk/], Jawi: ) (17 Februari 1908 24 Juli 1981), adalah seorang ulama, filsuf, dan sastrawan Indonesia. Ia berkarier sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia sempat berkecimpung di politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan, menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.
Dibayangi nama besar ayahnya Abdul Karim Amrullah, Hamka remaja sering melakukan perjalanan jauh sendirian. Alih-alih menyelesaikan pendidikannya di Thawalib, ia merantau ke Jawa pada umur 16 tahun. Selang setahun, ia pulang membesarkan Muhammadiyah di Padang Panjang. Pengalaman ditolak sebagai guru di sekolah milik Muhammadiyah karena tak memiliki ijazah dan kemampuan berbahasa Arabnya yang terbatas mendorong Hamka muda pergi ke Makkah. Lewat bahasa Arab yang dipelajarinya, Hamka mendalami sejarah Islam dan sastra secara otodidak. Kembali ke Tanah Air, Hamka bekerja sebagai wartawan sambil menjadi guru agama di Deli. Setelah menikah, ia kembali ke Medan dan memimpin Pedoman Masyarakat. Lewat karyanya Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, nama Hamka melambung sebagai sastrawan.
Selama revolusi fisik, Hamka bergerilya di Sumatera Barat bersama Barisan Pengawal Nagari dan Kota (BPNK) menggalang persatuan rakyat menentang kembalinya Belanda. Pada 1950, Hamka membawa keluarga kecilnya ke Jakarta. Semula, ia bekerja di Departemen Agama, tetapi mundur karena terjun di jalur politik. Dalam pemilihan umum 1955, Hamka terpilih duduk di Konstituante mewakili Masyumi. Ia terlibat dalam perumusan kembali dasar negara. Sikap politik Masyumi menentang komunisme dan anti-Demokrasi Terpimpin memengaruhi hubungan Hamka dengan Presiden Soekarno. Usai Masyumi dibubarkan sesuai Dekret Presiden 5 Juli 1959, Hamka menerbitkan Panji Masyarakat yang berumur pendek, karena dibredel oleh Soekarno setelah menurunkan tulisan mantan wakil presiden Hatta berjudul "Demokrasi Kita". Seiring meluasnya pengaruh komunisme di Indonesia, Hamka diserang oleh organisasi kebudayaan Lekra. Tuduhan melakukan gerakan subversif membuat Hamka diciduk dari rumahnya ke tahanan Sukabumi pada 1964. Dalam keadaan sakit sebagai tahanan, ia merampungkan Tafsir Al-Azhar.
Hamka bebas pada Mei 1966 menjelang berakhirnya kekuasaan Soekarno. Pada masa Orde Baru Soeharto, ia mencurahkan waktunya membangun kegiatan dakwah di Masjid Agung Al-Azhar serta berceramah di Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI). Ketika pemerintah menjajaki pembentukan Majelis Ulama Indonesia pada 1975, peserta musyawarah memilih dirinya secara aklamasi sebagai ketua. Namun, Hamka memilih meletakkan jabatannya pada 19 Mei 1981, menanggapi tekanan Menteri Agama Alamsjah Ratoe Perwiranegara untuk menarik fatwa haram MUI atas perayaan Natal bersama bagi umat Muslim. Ia meninggal pada 24 Juli 1981 dan jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.