JadwalSiaran.Com

100 % Jadwal Siaran Acara Lengkap


Jadwal Siaran Televisi iNews TV Jumat, 31 Oktober 2025

Di bawah ini adalah jadwal acara yang mungkin ditayangkan pada Jumat, 31 Oktober 2025.


Advertisements


Acara iNews TV KemariniNews TV Hari iniJadwal iNews TV BesokLive Streaming iNews TV
00:30:00Asian youth games bahrain 2025
01:00:00Inews room
01:45:00Inews sore
02:45:00Inews malam
03:15:00Special report
04:00:00Inews sport
04:15:00Inews pagi (l)
06:00:00Indonesia raya
06:02:00Inews sport pagi (l)
06:30:00Special report
07:00:00Morning update
08:00:00Lapor polisi (l)
09:15:00Inews today (l)
11:00:00Inews siang (l)
13:00:00Pemimpin rakyat (l)
13:30:00Iseleb (l)
15:00:00Realita (l)
16:30:00Inews sore (l)
18:00:00Inews terkini
18:05:00Inews sore (l)
19:00:00Inews terkini
19:05:00Inews room (l)
20:00:00Inews terkini
20:05:00Inews room (l)
20:30:00Rakyat bersuara, yang muda...
22:30:00Inews malam (l)
23:00:00Inews sport (l)
23:30:00New top files


Advertisements


Acara iNews TV Kemarin || iNews TV Hari ini || Jadwal iNews TV BesokLive Streaming iNews TV

iNews (kependekan dari Indonesia News, sebelumnya bernama SUN TV, SINDOtv dan iNews TV) adalah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. iNews didirikan oleh Media Nusantara Citra. Waktu siaran iNews adalah 24 jam sehari.
Sejak musim 2016, iNews menyiarkan Liga Futsal Profesional Indonesia bersama MNCTV.
Pada 21 Juli 2018, iNews mendapatkan hak siar laga pramusim International Champions Cup 2018 bersama TVRI. Selain itu, iNews juga memiliki hak siar ajang Eredivisie mulai musim 2018 sampai musim 2021.

Original source :

Disclaimer : We collect profile information from wikipedia and public domain on the internet. If you object to the information displayed or have other information, please contact us.


Daftar Acara iNews TV:


Polri

Kepolisian Negara Republik Indonesia (disingkat Polri) adalah Lembaga Penegak hukum Nasional dan Kepolisian negara di Indonesia. Yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Polisi Indonesia pada tanggal 21 Agustus 1945 menyatakan bahwa Kepolisian Indonesia tidak lagi dibawah pemerintahan kekaisaran Jepang yang pada saat itu mayoritas anggota sebagian besar adalah Polisi Istimewa. Kepolisian ini bernama Polisi Republik Indonesia yang terdiri atas polisi istimewa dan polisi umum yang dipersatukan menjadi kepolisian secara nasional pada tanggal 1 Juli 1946 ,lalu berubah nama menjadi Badan Polisi Negara (BPN), Djawatan Polisi Negara (DPN) dan Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI). Polri mempunyai moto Rastra Sewakotama yang artinya Abdi Utama bagi Nusa Bangsa. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian negara di seluruh wilayah Indonesia yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, penjabaran tugas kepolisian di jelaskan pada pasal 14 Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia


Serangan Fajar

Serangan Fajar adalah film semi-dokumenter drama perang Indonesia pada tahun 1982 yang disutradarai oleh Arifin C. Noer. Film yang mengambil latar belakang kejadian sejarah, tetapi dengan kemasan kisah fiktif seorang bocah yang menjadi tokoh sentral bernama Temon.


H 1

Hidrogen (1H) memiliki tiga isotop alami, kadang-kadang dilambangkan dengan 1H, 2H, dan 3H. 1H dan 2H adalah isotop stabil, sedangkan 3H adalah radioisotop dengan waktu paruh 12,32(2) tahun. Isotop yang lebih berat juga ada, semuanya sintetis dan memiliki waktu paruh kurang dari satu zeptodetik (1021 detik).
Dari mereka semua, 5H adalah yang paling tidak stabil, sedangkan 7H adalah yang paling stabil.
Hidrogen adalah satu-satunya unsur yang isotopnya memiliki nama berbeda yang tetap umum digunakan saat ini: isotop 2H (atau hidrogen-2) bernama deuterium dan 3H (atau hidrogen-3) bernama tritium. Lambang D dan T terkadang digunakan untuk deuterium dan tritium. IUPAC menerima lambang D dan T, tetapi merekomendasikan penggunaan lambang isotop standar (2H dan 3H) sebagai gantinya untuk menghindari kebingungan dalam pengurutan abjad rumus kimia. Isotop 1H, yang tidak memiliki neutron, kadang-kadang disebut protium. (Selama studi awal tentang radioaktivitas, beberapa isotop radioaktif berat lainnya diberi nama, tetapi nama seperti itu jarang digunakan saat ini.)


Realita

Kenyataan atau realitas, dalam bahasa sehari-hari berarti "hal yang nyata; yang benar-benar ada".Pengertian sempit menurut filsafat barat, ada tingkat-tingkat dalam sifat dan konsep tentang realitas. Tingkat-tingkat ini mencakup, dari yang paling subyektif hingga yang paling ketat: realitas fenomenologis, kebenaran, fakta, dan aksioma.
Realitas juga bisa berarti jumlah atau agregat dari semua yang nyata atau ada dalam suatu sistem, berlawanan dengan hal-hal yang hanya imajiner. Istilah ini juga digunakan untuk merujuk pada status ontologis sesuatu, yang menunjukkan keberadaan mereka. Dalam istilah fisik, realitas adalah totalitas dari suatu sistem, yang diketahui dan tidak diketahui. Pertanyaan filosofis tentang hakikat realitas, eksistensi, atau keberadaan merupakan perdebatan utama dalam ontologi, yang merupakan cabang utama metafisika dalam tradisi filosofis Barat. Pertanyaan ontologis juga ditampilkan dalam beragam cabang filsafat, termasuk filsafat sains, filsafat agama, filsafat matematika, dan logika filosofis. Ini mencakup berbagai pertanyaan, misalnya tentang apakah hanya objek fisik yang nyata (fisikalisme), apakah realitas pada dasarnya tidak material (misalnya, Idealisme), apakah entitas hipotetis yang tidak dapat diobservasi dalam teori ilmiah benar-benar ada, apakah Tuhan ada, apakah angka dan objek abstrak lainnya ada, dan apakah dunia benar-benar ada.


Djakarta 1966

Djakarta 1966 adalah film dokumenter drama tahun 1989 dari Indonesia yang disutradarai oleh Arifin C. Noer dan dibintangi oleh Amoroso Katamsi dan Umar Kayam. Film ini diproduksi oleh studio PPFN milik negara, dan dimaksudkan sebagai sekuel dari film Pengkhianatan G 30 S PKI. Kayam dan Katamsi kembali mengambil peran mereka dalam film sekuel ini setelah memerankan peran yang sama dalam film Pengkhianatan G 30 S PKI. Film ini memenangkan tujuh penghargaan di Festival Film Bandung 1989.Film ini menceritakan kronologi lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret tahun 1966 berdasarkan versi pemerintahan Orde Baru. Dalam keadaan negara yang genting pasca peristiwa Gerakan 30 September, Presiden Soekarno memberikan wewenang kepada Letjen Soeharto berupa Supersemar. Kopi film 35 mm film ini dapat diakses dari Koleksi Sinematek Indonesia.