Daftar Acara Televisi:
Indonesia Bicara adalah sebuah program gelar wicara malam yang disiarkan TVRI Nasional secara langsung maupun tunda. Acara ini membahas topik-topik yang sedang diperbincangkan, dengan sebagian edisinya merupakan acara bersponsor (terutama pemerintah dan pihak berwenang).
Jejak Perabadan (bahasa Inggris: Trail of Civilizations) adalah motto dari sebuah simposium, yang diselenggarakan pada Agustus 2006 di Indonesia dibawah pengarahan gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia. Klimaks dari acara tersebut adalah penampilan sendratari di depan candi Borobudur.
Bersama dengan pembawa acara Indonesia Direktur pimpinan UNESCO untuk Asia dan Pasifik di Jakarta maupun menteri-menteri pariwisata yang kebanyakan berasal dari negara-negara Buddha di Asia Tenggara yakni Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam dan Kamboja yang hadir.
Semangat Pagi Indonesia merupakan sebuah acara televisi yang ditayangkan oleh TVRI. Acara ini ditayangkan setiap hari pukul 06:00-08:00 WIB. Acara ini pertama kali dimulai pada tahun 2014. Berisi acara yang berhubungan dengan Berita, Jalan-Jalan, dan Olahraga serta mengudara selama 2 jam. Mulai 1 Maret 2015, Semangat Pagi Nusantara berubah nama menjadi Semangat Pagi Indonesia. Program ini sekarang juga menghadirkan Band Indonesia yaitu Starway Band dan Starway Music Community.
Acara ini merupakan reinkarnasi dari Selamat Pagi Nusantara yang pernah tayang pada tahun 2010. Acara ini juga memakai laporan dari TVRI Daerah.
Dari Desa Ke Desa adalah acara televisi di TVRI yang menyoroti keberhasilan penduduk berbagai desa di Indonesia dalam profesinya masing-masing, misalnya bercocok tanam, beternak, dan lain-lain.
Acara ini pertama kali dibawakan oleh Sambas Mangundikarta pada 1982.
Wayang kulit (Jawa: ) adalah bentuk tradisional dari kesenian wayang yang aslinya ditemukan dalam budaya Jawa dan Bali di Indonesia. Narasi wayang kulit seringkali berkaitan dengan tema utama kebaikan melawan kejahatan.
Dalam kepercayaan dan sastra Jawa, wayang kulit diciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga yang merupakan sebagai anggota Wali Songo dan merupakan keturunan Bangsawan Ponorogo, Arya Wiraraja. Kanjeng Sunan Kalijaga melihat masyarakat Indonesia terutama masyarakat suku Jawa yang menggemari pertunjukan Wayang Beber, dalam Islam melukis diatas kertas dianggap Haram (dilarang), maka dari itu Kanjeng Sunan Kalijaga memodifikasi bahan material dari karakter Wayang yang semula-mula terbuat dari Daluang (kertas Ponoragan) dan diganti menggunakan bahan dasar Kulit sapi, atau kerbau. Selain itu juga, wayang kulit digunakan sebagai syiar agama Islam jalur budaya tradisional.
Wayang berasal dari kata "Ma Hyang" yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna "bayangan", hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang (lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.
Secara umum wayang mengambil cerita dari naskah Mahabharata dan Ramayana, tetapi tak dibatasi hanya dengan pakem (standard) tersebut, ki dalang bisa juga memainkan lakon carangan (gubahan). Beberapa cerita diambil dari cerita Panji, maupun kisah Rohani dari agama Islam, Kristen, Hindu, Budha.
Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Wayang kulit lebih populer di Jawa bagian tengah dan timur, sedangkan wayang golek lebih sering dimainkan di Jawa Barat.