Daftar Acara Televisi:
Vivo atau Vivo Technology Co. Ltd. adalah sebuah perusahaan elektronika asal Guangdong, Tiongkok. Perusahaan ini adalah anak dari BBK Electronics, bersamaan dengan Oppo, Realme, iQOO dan OnePlus, yang dikomandoi oleh Shen Wei. Perusahaan ini memproduksi ponsel pintar, perangkat sandang, dan layanan berbasis digital. Vivo juga mengembangkan perangkat lunak untuk ponsel, didistribusikan melalui toko aplikasi V-Appstore, dengan iManager termasuk dalam kepemilikan mereka, sistem operasi berbasis Android, Funtouch OS dan Origin OS.
Baru saja Vivo membuat sistem operasi berbasis Android terbarunya yaitu "Origin OS" dengan tampilan semakin canggih dan tampak solid. [butuh penambahan]
Pemilihan umum Indonesia 2024 dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024
Pemilihan umum legislatif Indonesia 2024
Rio the Survivor merupakan film Indonesia tahun 2022 yang ditulis dan disutradarai oleh Yudie Oktav. Rio The Survivor diproduksi selama tiga tahun sejak awal 2019, dan dirilis pada 31 Maret 2022. Rio The Survivor mengisahkan tentang perjuangan seorang anak untuk mendapatkan hak hidup dan pendidikan demi mengejar impian.
Rio the Survivor melibatkan Bambang Pamungkas, mantan bintang tim sepak bola nasional Indonesia, dan gitaris Slank, Ridho Hafiedz, yang bertindak sebagai pengarah musik. Sedangkan untuk soundtrack film melibatkan band legendaris Godbless, /rif, Buluk bersama band Kausa, dan Jikunsprain. Rio The Survivor telah mendapatkan 24 penghargaan dari berbagai Festival Film Internasional di banyak negara Eropa, Asia, Amerika, hingga Afrika.
Kejarlah Janji adalah sebuah film drama komedi Indonesia tahun 2024 yang disutradarai oleh Garin Nugroho. Film tersebut dibintangi oleh Ibnu Jamil, Cut Mini, Shenina Cinnamon, Bima Zeno, Thomas Rian, dan Trio Timus: Theresia WD, Asriuni Pradipta dan Irene Vista. Film tersebut disusul oleh sekuel berjudul Tepatilah Janji.
Literasi digital atau kemelekan digital (melek digital) adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum sesuai dengan kegunaannya dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Literasi digital juga dapat didefinisikan sebagai "kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, membuat, dan mengkomunikasikan informasi, yang membutuhkan keterampilan kognitif dan teknis". Literasi digital juga merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengkomunikasikan konten/informasi dengan kecakapan kognitif dan teknikal. Literasi digital lebih cenderung pada hal hal yang terkait dengan keterampilan teknis dan berfokus pada aspek kognitif dan sosial emosional dalam dunia dan lingkungan digital. Literasi digital merupakan respons terhadap perkembangan teknologi dalam menggunakan media untuk mendukung masyarakat memiliki kemampuan membaca serta meningkatkan keinginan masyarakat untuk membaca. Literasi digital adalah bagaimana kita dapat membaca cara kerja mesin aplikasi teknologi seperti: programing, artificial intelligence, engineering principle dan lain-lain. Banyaknya pengguna intemet di Indonesia menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan aktivitas digital terpadat sedunia. Tingginya arus lalu lintas digital tersebut tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga menyimpan dan membawa potensi bahaya. Pada era lndustri tranformasi digital saat ini, digitalisasi merupakan suatu fenomena harus dihadapi. Seluruh komponen industri, pemerintahan, maupun institusi pendidikan harus memiliki kapabilitas yang mampu memanfaatkan fenomena digital sebagai sarana mendapatkan kinerja yang baik secara individu maupun organisasi. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital. Literasi digital adalah seperangkat kemampuan untuk memanfaatkan dan memahami informasi digital, teknologi, dan media untuk mencari, mengevaluasi, membuat, dan berkomunikasi (Techataweewan dan Prasertsin, 2017). Menurut UNESCO, literasi digital merupakan kemampuan untuk mengakses sumber berita dan mengevaluasi secara kritis dan menciptakan informasi melalui teknologi digital. Melalui literasi digital, seseorang tidak sekadar memiliki kemampuan untuk mengoperasikan peralatan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan lain, seperti accessing, managing, evaluating, integrating, creating, dan communicating information.