Daftar Acara Televisi:
Mimbar Agama adalah sebuah acara induk keagamaan televisi Indonesia yang tayang di TVRI sejak dekade 1960-an hingga saat ini. Acara ini terdiri dari lima acara kerohanian untuk penganut agama yang diakui di Indonesia selain Islam, masing-masing berdurasi selama 30 menit dan ditayangkan bergiliran antara Senin hingga Jumat. Nama Mimbar Agama berasal dari kata mimbar, tempat penceramah menyampaikan pesan-pesan agama.
Hingga tahun 2021, kelima acara tersebut ialah: Mimbar Agama Katolik (Katolik)
Mimbar Agama Kristen (Kristen Protestan)
Mimbar Agama Hindu (Hindu)
Mimbar Agama Buddha (Buddha), dan
Mimbar Agama Konghucu (Konghucu).Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Program dan Berita LPP TVRI Usrin Usman di tahun 2020, Mimbar Agama merupakan "bagian dari tugas kepublikan TVRI dalam mengakomodir (sic) upaya dakwah semua agama yang diakui di Indonesia". Acara ini diyakini merupakan acara televisi keagamaan tertua di Indonesia, juga salah satu acara tertua di TVRI, yang masih tayang hingga saat ini.
Literasi digital atau kemelekan digital (melek digital) adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum sesuai dengan kegunaannya dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Literasi digital juga dapat didefinisikan sebagai "kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, membuat, dan mengkomunikasikan informasi, yang membutuhkan keterampilan kognitif dan teknis". Literasi digital juga merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengkomunikasikan konten/informasi dengan kecakapan kognitif dan teknikal. Literasi digital lebih cenderung pada hal hal yang terkait dengan keterampilan teknis dan berfokus pada aspek kognitif dan sosial emosional dalam dunia dan lingkungan digital. Literasi digital merupakan respons terhadap perkembangan teknologi dalam menggunakan media untuk mendukung masyarakat memiliki kemampuan membaca serta meningkatkan keinginan masyarakat untuk membaca. Literasi digital adalah bagaimana kita dapat membaca cara kerja mesin aplikasi teknologi seperti: programing, artificial intelligence, engineering principle dan lain-lain. Banyaknya pengguna intemet di Indonesia menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan aktivitas digital terpadat sedunia. Tingginya arus lalu lintas digital tersebut tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga menyimpan dan membawa potensi bahaya. Pada era lndustri tranformasi digital saat ini, digitalisasi merupakan suatu fenomena harus dihadapi. Seluruh komponen industri, pemerintahan, maupun institusi pendidikan harus memiliki kapabilitas yang mampu memanfaatkan fenomena digital sebagai sarana mendapatkan kinerja yang baik secara individu maupun organisasi. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital. Literasi digital adalah seperangkat kemampuan untuk memanfaatkan dan memahami informasi digital, teknologi, dan media untuk mencari, mengevaluasi, membuat, dan berkomunikasi (Techataweewan dan Prasertsin, 2017). Menurut UNESCO, literasi digital merupakan kemampuan untuk mengakses sumber berita dan mengevaluasi secara kritis dan menciptakan informasi melalui teknologi digital. Melalui literasi digital, seseorang tidak sekadar memiliki kemampuan untuk mengoperasikan peralatan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan lain, seperti accessing, managing, evaluating, integrating, creating, dan communicating information.
Keluarga Medsos adalah drama komedi situasi (sitkom) Indonesia produksi LPP TVRI dan Marapati Production yang pernah ditayangkan di TVRI. Sitkom ini dibintangi oleh Ersa Mayori, Oka Sugawa, Benaya Farah, Derry Drajat, Risma Nilawati, dan lainnya.
Acara ini tayang perdana pada 27 April 2019, dan ditayangkan setiap hari Sabtu pukul 21.00 WIB.
Jejak Perabadan (bahasa Inggris: Trail of Civilizations) adalah motto dari sebuah simposium, yang diselenggarakan pada Agustus 2006 di Indonesia dibawah pengarahan gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia. Klimaks dari acara tersebut adalah penampilan sendratari di depan candi Borobudur.
Bersama dengan pembawa acara Indonesia Direktur pimpinan UNESCO untuk Asia dan Pasifik di Jakarta maupun menteri-menteri pariwisata yang kebanyakan berasal dari negara-negara Buddha di Asia Tenggara yakni Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam dan Kamboja yang hadir.
Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0. Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah bit (binary digit).
Peralatan canggih, seperti komputer, pada prosesornya memiliki serangkaian perhitungan biner yang rumit. Dalam gambaran yang mudah-mudah saja, proses biner seperti saklar lampu, yang memiliki 2 keadaan, yaitu off (0) dan on (1). Misalnya ada 20 lampu dan saklar, jika saklar itu dinyalakan dalam posisi A, misalnya, maka ia akan membentuk gambar bunga, dan jika dinyalakan dalam posisi B, ia akan membentuk gambar hati. Begitulah kira-kira biner digital tersebut.
Konsep digital ini ternyata juga menjadi gambaran pemahaman suatu keadaan yang saling berlawanan. Pada gambaran saklar lampu yang ditekan pada tombol on, maka ruangan akan tampak terang. Namun apabila saklar lampu yang ditekan pada tombol off, maka ruangan menjadi gelap. Kondisi alam semesta secara keseluruhan menganut sistem digital ini. Pada belahan bumi khatulistiwa, munculnya siang dan malam adalah suatu fenomena yang tidak terbantahkan. Secara psikologis, manusia terbentuk dengan dua sifatnya, yaitu baik dan buruk. Konsep Yin dan Yang ternyata juga bersentuhan dengan konsep digital ini.