Daftar Acara Televisi:
Kabar Baik (sebelumnya bernama Hot News dan Kabar Pilihan) merupakan salah satu acara berita yang disiarkan di tvOne sejak 17 Oktober 2017. Berisikan materi-materi berita mulai dari berita politik, hukum, kriminal, ekonomi, internasional, nasional, sosial dan budaya. Acara ini merupakan penerus dari program Kabar 15 (pada awalnya bernama Kabar Sore) yang dulu pernah ditayangkan pada 2008 hingga 2010. Pada Oktober 2018, Nama Hot News berganti menjadi Kabar Pilihan.
Sejak 2020, nama program ini berganti menjadi Kabar Baik. Pada saat pandemi COVID-19 mewabah di seluruh dunia pada Maret 2020, program ini tidak tayang lagi di tvOne sehingga program ini digantikan oleh Kabar Pandemi Corona dan Ragam Perkara.
Pedang Naga Puspa adalah sinetron Indonesia produksi Amanah Surga Productions yang ditayangkan perdana 7 Desember 2015 pukul 19.45 WIB di SCTV berdasarkan film Tutur Tinular. Sinetron ini disutradarai oleh Eddy S. Jonathan serta dibintangi oleh Rico Verald, Affandy, Barry Prima.
Dr. (H.C.) Sukarni "Karni" Ilyas, S.H. gelar Sutan Bareno (lahir 25 September 1952) adalah salah seorang tokoh jurnalis dan pejuang hukum Indonesia. Karni merupakan wartawan yang sukses, dan banyak melahirkan liputan serta program-program unggulan.
Kabar Arena adalah salah satu acara televisi yang ditayangkan di tvOne. Acara ini mengudara sejak 14 Februari 2008, tepatnya pada saat awal tvOne berdiri. Kabar Arena hadir dua kali sehari yakni di pukul 08:00 - 08:30 pagi dan 22:30 - 23:00 malam (kecuali hari Selasa) yang keduanya tayang setiap Senin sampai dengan Jumat.
Ir. H. Joko Widodo (Indonesia: [dk widd]; lahir 21 Juni 1961), lebih dikenal sebagai Jokowi, adalah presiden Indonesia ke-7 yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Terpilih dalam pemilu tahun 2014, Jokowi menjadi presiden Indonesia pertama yang bukan berasal dari elite politik atau militer Indonesia. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan kembali terpilih bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada tahun 2019. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wali Kota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta.
Jokowi mengawali karier politiknya sebagai wali kota Surakarta, sejak 28 Juli 2005 hingga 1 Oktober 2012, didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota. Dua tahun menjalani periode keduanya menjadi Wali Kota Surakarta, Jokowi ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), untuk bersaing dalam Pilkada Jakarta 2012 berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama.Joko Widodo berasal dari keluarga sederhana, rumahnya pernah digusur sebanyak tiga kali ketika ia masih kecil, tetapi ia mampu menyelesaikan sekolahnya di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus, ia menekuni profesinya sebagai pengusaha mebel. Karier politiknya dimulai dengan menjadi wali kota Surakarta pada 2005. Namanya mulai dikenal setelah dianggap berhasil mengubah wajah Surakarta menjadi kota pariwisata, kota budaya, dan kota batik yang populer. Pada 20 September 2012, Jokowi berhasil memenangi Pilkada Jakarta 2012. Kemenangannya dianggap mencerminkan dukungan populer untuk seorang pemimpin yang "muda" dan "bersih", meskipun umurnya sudah lebih dari 50 tahun.Semenjak terpilih sebagai gubernur, popularitasnya terus naik dan menjadi sorotan media. Akibatnya, muncul wacana untuk menjadikannya calon presiden untuk Pemilu Presiden 2014. Ditambah lagi, hasil survei menunjukkan nama Jokowi selalu unggul. Pada akhirnya, ia dicalonkan sebagai calon dari PDI-P pada pemilihan presiden tahun itu, dengan Jusuf Kalla sebagai cawapres-nya. Jokowi terpilih setelah mengalahkan lawannya, Prabowo Subianto, yang sebelumnya membantah hasil pemilu namun pada akhirnya mengalah, dan Jokowi pada akhirnya dilantik pada 20 Oktober 2014. Sejak menjabat, Jokowi berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur serta agenda ambisius kesehatan dan pendidikan. Dalam politik luar negeri, pemerintahannya menekankan melindungi kedaulatan Indonesia, dengan menenggelamkan banyak kapal ikan asing ilegal dan penentuan prioritas dan penjadwalan hukuman mati bagi penyelundup narkoba. Hal terakhir ini terjadi meskipun ada perwakilan yang kuat dan protes diplomatik dari negara-negara asing, termasuk Australia dan Prancis. Ia terpilih kembali dalam Pemilu Presiden 2019 untuk masa jabatan lima tahun kedua, sekali lagi mengalahkan Prabowo Subianto.