Daftar Acara Televisi:
Kata Aqua berasal dari Bahasa Latin yang berarti air, Aqua dapat mengacu pada beberapa hal berikut:
Ilmu fisika: Aquamarine, sebuah mineral.
Aquamarine (warna), sebuah warna di antara hijau dan biru.
Ilmu Astronomi:
Aqua (satelit), sebuah bagian satelit dari Sistem Observasi Bumi.
Ilmu Komputer: Aqua (warna), sebuah X11 atau nama warna web.
Aqua (tampilan pengguna), tema utama untuk tampilan pengguna Apple Computer's Mac OS X.
Tokoh: Aqua (Kingdom Hearts), tokoh fiksi kesatria wanita di permainan video RPG Kingdom Hearts.
Perikanan: Aqua card, kartu yang didesain oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
Aquarium, wadah transparan berisi biota air (biota air tawar atau laut), umumnya terbuat dari kaca ataupun akrilik.
Hiburan: Aqua (band), grup musik pop asal Denmark-Norwegia.
Aqua Timez, grup musik J-Pop asal Jepang yang dibentuk tahun 2003.
Aqua (album Asia), sebuah album oleh grup musik Asia.
Aqua (Angra album), album 2010 oleh grup musik Angra
Aqua (album Edgar Froese), album oleh Edgar Froese.
Aqua Teen Hunger Force, program televisi.
Aquamarine (film), Film yang dibintangi oleh Emma Roberts, Sara Paxton, dan JoJo Levesque.
Aqua (video game), sebuah permainan video 2010 untuk konsol Xbox.
Aqua (manga), manga Jepang yang dibuat oleh Amano Kozue.
lain-lain: Aqua Resorts, sebuah rantai hotel di Hawaii.
'Aqua', juga dikenal sebagai air terionisasi.
Aqua (air mineral), sebuah merek air minum dari Grup Danone.
Aqua Restaurant, sebuah rumah makan di San Francisco, California dan Las Vegas, Nevada
Aquagrill, sebuah rumah makan makanan laut, hidangan laut, atau seafood di kota New York
'Aqua', nama variasi dari Aqwa, Nama Abkhaz untuk Sukhumi.
Aquanime, sebuah organisasi komunitas jejepangan atau komunitas anime di Indonesia tepatnya di daerah Jabodetabek, (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).
tvOne (sebelumnya bernama Lativi) adalah sebuah stasiun televisi nasional di Indonesia. Berawal dari penggunaan nama Lativi, stasiun televisi ini didirikan pada tanggal 30 Juli 2002 oleh Abdul Latief dan dimiliki oleh ALatief Corporation. Pada saat itu, konsep penyusunan acaranya adalah banyak menonjolkan masalah yang berbau klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya. Sejak tahun 2006, sebagian sahamnya juga dimiliki oleh Grup Bakrie yang juga memiliki stasiun televisi ANTV.
Pada tanggal 14 Februari 2008, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne, dengan komposisi 70 persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan. Abdul Latief tidak lagi berada dalam kepemilikan saham tvOne. Komposisi kepemilikan saham tvOne terdiri dari PT Visi Media Asia Tbk sebesar 49%, PT Redal Semesta 31%, Good Response Ltd 10%, dan Promise Result Ltd 10%. Direktur Utama tvOne saat ini adalah Ahmad R Widarmana.
Apa Kabar Indonesia adalah sebuah acara berita dan gelar wicara yang ditayangkan di stasiun televisi tvOne. Acara ini tayang sejak 14 Februari 2008. Varian Apa Kabar Indonesia meliputi Apa Kabar Indonesia Pagi dan Apa Kabar Indonesia Malam.
Sunan Gunung Jati, lahir dengan nama Hidayatullah atau lebih di kenal sebagai Sayyid Al-Kamil adalah salah seorang dari Walisongo, ia dilahirkan Tahun 1448 Masehi dari pasangan Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alam dan Nyai Rara Santang, Putri Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran (yang setelah masuk Islam berganti nama menjadi Syarifah Mudaim).
Syarif Hidayatullah sampai di Cirebon pada tahun 1470 Masehi, yang kemudian dengan dukungan Kesultanan Demak dan Pangeran Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana (Tumenggung Cirebon pertama sekaligus uwak Syarif Hidayatullah dari pihak ibu), ia dinobatkan menjadi Tumenggung Cirebon ke-2 pada tahun 1479 dengan gelar Maulana Jati.
Nama Syarif Hidayatullah kemudian diabadikan menjadi nama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta di daerah Tangerang Selatan, Banten. Sedangkan nama Sunan Gunung Jati diabadikan menjadi nama Universitas Islam negeri di Bandung, yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, dan Korem 063/Sunan Gunung Jati di Cirebon.
Cut Nyak Dhien (ejaan lama: Tjoet Nja' Dhien, (12 Mei 1848 6 November 1908); dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Tewasnya Ibrahim Lamnga di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 kemudian menyeret Cut Nyak Dhien lebih jauh dalam perlawanannya terhadap Belanda.
Pada tahun 1880, Cut Nyak Dhien menikah dengan Teuku Umar, setelah sebelumnya ia dijanjikan dapat ikut turun di medan perang jika menerima lamaran tersebut. Dari pernikahan ini Cut Nyak Dhien memiliki seorang anak yang diberi nama Cut Gambang. Setelah pernikahannya dengan Teuku Umar, Cut Nyak Dhien bersama Teuku Umar bertempur bersama melawan Belanda. Namun, pada tanggal 11 Februari 1899 Teuku Umar gugur. Hal ini membuat Cut Nyak Dhien berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Usia Cut Nyak Dien yang saat itu sudah relatif tua serta kondisi tubuh yang digrogoti berbagai penyakit seperti encok dan rabun membuat satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba. Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. Keberadaan Cut Nyak Dhien yang dianggap masih memberikan pengaruh kuat terhadap perlawanan rakyat Aceh serta hubungannya dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap membuatnya kemudian diasingkan ke Sumedang. Cut Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang. Nama Cut Nyak Dhien kini diabadikan sebagai Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya di Meulaboh.