Daftar Acara Televisi:
The Expendables adalah film Amerika Serikat produksi tahun 2010 bergenre ensemble thriller yang ditulis skenarionya oleh David Callaham dan Sylvester Stallone, serta disutradarai oleh Stallone, yang juga membintangi sebagai pemeran utama. Film ini didukung bintang-bintang antara lain Jason Statham, Jet Li, Dolph Lundgren, Randy Couture, Terry Crews, Steve Austin dan Mickey Rourke. The Expendables dirilis di Amerika Serikat pada 13 Agustus 2010 oleh Lionsgate. Film ini merupakan sequel pertama dari The Expendables film series. Film ini berkisah tentang sekelompok tentara bayaran elit yang bertugas mengemban misi untuk menggulingkan seorang diktator Amerika Latin.
Klinik Tendean adalah sebuah program komedi yang tayang di Trans TV mulai 27 September 2021 hingga 1 April 2022. Program ini merupakan situasi komedi di dunia kesehatan yang dikemas menarik berlatar klinik kesehatan.
Berbeda dengan program komedi pada umumnya, Klinik Tendean tidak hanya menyajikan hiburan berupa komedi, tetapi juga membahas informasi-informasi penting seputar dunia kesehatan yang dibahas secara menarik narasumber ahli seperti dr. Nadia Alaydrus dan dr. Boyke Dian Nugraha.
Program ini dimainkan oleh Denny Cagur sebagai perawat senior, Celine Evangelista sebagai perawat, Mimin Eva sebagai petugas kebersihan, Marshel Widianto sebagai supir ambulans, Anwar Sanjaya sebagai petugas keamanan, dan Bondan (Boneka Tendean) sebagai petugas administrasi.
Tidak hanya para pemain dan dokter, tentunya program ini akan menghadirkan bintang tamu yang berbeda di setiap episodenya.
Raffi Cavoukian, CM OBC (Armenia: , lahir 8 Juli 1948), yang dikenal secara profesional dengan mononim Raffi, adalah penyanyi-penulis lirik dan penulis berkebangsaan Kanada keturunan Armenia yang lahir di Mesir, terkenal atas karyanya dalam musik anak-anak. Ia mengembangkan karirnya sebagai "troubadour global" untuk menjadi produser musik, penulis, pengusaha, dan pendiri Raffi Foundation for Child Honouring.
Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, ketika film Indonesia merajai bioskop-bioskop lokal. Film-film yang terkenal pada saat itu antara lain, Catatan si Boy, Blok M dan masih banyak film lain. Bintang-bintang muda yang terkenal pada saat itu antara lain Onky Alexander, Meriam Bellina, Lydia Kandou, Nike Ardilla, Paramitha Rusady, Desy Ratnasari.
Pada tahun-tahun itu acara Festival Film Indonesia masih diadakan tiap tahun untuk memberikan penghargaan kepada insan film Indonesia pada saat itu. Tetapi karena satu dan lain hal perfilman Indonesia semakin jeblok pada tahun 90-an yang membuat hampir semua film Indonesia berkutat dalam tema-tema yang khusus orang dewasa. Pada saat itu film Indonesia sudah tidak menjadi tuan rumah lagi di negara sendiri. Film-film dari Hollywood dan Hong Kong telah merebut posisi tersebut.
Hal tersebut berlangsung sampai pada awal abad baru, muncul film Petualangan Sherina yang diperankan oleh Sherina Munaf, penyanyi cilik penuh bakat Indonesia. Film ini sebenarnya adalah film musikal yang diperuntukkan kepada anak-anak. Riri Riza dan Mira Lesmana yang berada di belakang layar berhasil membuat film ini menjadi tonggak kebangkitan kembali perfilman Indonesia. Antrian panjang di bioskop selama sebulan lebih menandakan kesuksesan film secara komersil.
Setelah itu muncul film film lain yang lain dengan segmen yang berbeda-beda yang juga sukses secara komersil, misalnya film Jelangkung yang merupakan tonggak tren film horor remaja yang juga bertengger di bioskop di Indonesia untuk waktu yang cukup lama. Selain itu masih ada film Ada Apa dengan Cinta? yang mengorbitkan sosok Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra ke kancah perfilman yang merupakan film romance remaja. Sejak saat itu berbagai film dengan tema serupa yang dengan film Petualangan Sherina (diperankan oleh Derbi Romero, Sherina Munaf), yang mirip dengan Jelangkung (Di Sini Ada Setan, Tusuk Jelangkung), dan juga romance remaja seperti Biarkan Bintang Menari, Eiffel I'm in Love. Ada juga beberapa film dengan tema yang agak berbeda seperti Arisan! oleh Nia Dinata.
Selain film-film komersil itu juga ada banyak film film nonkomersil yang berhasil memenangkan penghargaan di mana-mana yang berjudul Pasir Berbisik yang menampilkan Dian Sastrowardoyo dengan Christine Hakim dan Didi Petet. Selain dari itu ada juga film yang dimainkan oleh Christine Hakim seperti Daun di Atas Bantal yang menceritakan tentang kehidupan anak jalanan. Tersebut juga film-film Garin Nugroho yang lainnya, seperti Aku Ingin Menciummu Sekali Saja, juga ada film Marsinah yang penuh kontroversi karena diangkat dari kisah nyata. Selain itu juga ada film film seperti Beth, Novel tanpa huruf R, Kwaliteit 2 yang turut serta meramaikan kembali kebangkitan film Indonesia. Festival Film Indonesia juga kembali diadakan pada tahun 2004 setelah vakum selama 12 tahun.
Saat ini dapat dikatakan dunia perfilman Indonesia tengah menggeliat bangun. Masyarakat Indonesia mulai mengganggap film Indonesia sebagai sebuah pilihan di samping film-film Hollywood. Walaupun variasi genre filmnya masih sangat terbatas, tetapi arah menuju ke sana telah terlihat.
Moonraker dapat merujuk ke: Moonrakers, bahasa sehari-hari untuk orang-orang dari Wiltshire, Inggris