Daftar Acara Televisi:
Chika (bahasa Inggris: Meet Me in Venice) merupakan film Indonesia yang dirilis pada tahun 2008 yang disutradarai oleh Rocky Soraya. Film ini dibintangi antara lain oleh Sharon Jessica, Muhammad Fardhan, Aditya Firmansyah, Kimberly Ryder, Sarah Sechan, Lula Kamal, dan Alex Komang dengan yang dirilis pada tanggal Jumat, 26 September 2008 pada saat libur Lebaran dengan lagu tema berjudul I Just Wanna Say I Love You yang dinyanyikan oleh Melly Goeslaw. Selama masa tayangnya di bioskop Indonesia pada tahun 2008, film Chika berhasil meraih 319.602 penonton.
Petualangan Si Unyil adalah sebuah serial animasi Indonesia tahun 2017 yang diproduksi oleh Produksi Film Negara bekerja sama dengan Telkom Indonesia. Serial animasi ini dibuat berdasarkan acara televisi Si Unyil yang ditayangkan di beberapa stasiun televisi Indonesia pada tahun 1980-an hingga awal 2000-an. Serial animasi berformat tiga dimensi ini awalnya ditayangkan perdana secara terbatas di saluran Usee Prime di televisi berbayar UseeTV pada 30 Maret hingga 1 April 2017. Pada tahun 2018 stasiun televisi Trans7 mulai menayangkan serial animasi ini secara penuh sejak 14 Mei 2018.
Fabricated City (Hangul: ; RR: Jojakdwen Doshi; lit. Manipulated City) adalah film Korea Selatan produksi tahun 2017 bergenre aksi kriminal thriller yang disutradarai oleh Park Kwang-hyun, dibintangi oleh Ji Chang-wook, Shim Eun-kyung, dan Ahn Jae-hong. Film ini dijadwalkan rilis pada bulan Februari 2017.
Barely Lethal adalah sebuah film remaja aksi komedi Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2015. Film yang disutradarai oleh Kyle Newman ini diperankan oleh Hailee Steinfeld, Sophie Turner dan masih banyak lagi. Film ini dirilis pada 29 Mei 2015.
Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar (bahasa Inggris: The Big Bang) merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta (dikenal juga dengan Teori Ledakan Dahsyat atau Model Ledakan Dahsyat). Berdasarkan permodelan ledakan ini, alam semesta, awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, mengembang secara terus menerus hingga hari ini. Berdasarkan pengukuran terbaik tahun 2009, keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7 miliar tahun lalu, yang kemudian selalu menjadi referensi sebagai waktu terjadinya Big Bang tersebut. Teori ini telah memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan.
Georges LemaƮtre, seorang biarawan Katolik Roma Belgia, dianggap sebagai orang pertama yang mengajukan teori ledakan dahsyat mengenai asal usul alam semesta, walaupun ia menyebutnya sebagai "hipotesis atom purba". Kerangka model teori ini bergantung pada relativitas umum Albert Einstein dan beberapa asumsi-asumsi sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeksripsikan teori ledakan dahsyat dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak bumi dengan galaksi yang sangat jauh umumnya berbanding lurus dengan geseran merahnya, sebagaimana yang dipaparkan oleh LemaƮtre pada tahun 1927, pengamatan ini dianggap mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita: semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya.
Jika jarak antar gugus-gugus galaksi terus meningkat seperti yang terpantau sekarang, semuanya haruslah pernah berdekatan pada masa lalu. Gagasan ini secara rinci mengarahkan pada suatu keadaan massa jenis dan suhu yang sebelumnya sangat ekstrem. Berbagai pemercepat partikel raksasa telah dibangun untuk mencoba dan menguji kondisi tersebut, yang menjadikan teori tersebut dapat konfirmasi dengan signifikan, walaupun pemercepat-pemercepat ini memiliki kemampuan yang terbatas untuk menyelidiki fisika partikel. Tanpa adanya bukti apapun yang berhubungan dengan pengembangan awal yang cepat, teori ledakan dahsyat tidak dan tidak dapat memberikan beberapa penjelasan mengenai kondisi awal alam semesta, melainkan mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan umum alam semesta sejak pengembangan awal tersebut. Kelimpahan unsur-unsur ringan yang terpantau di seluruh kosmos sesuai dengan prediksi kalkulasi pembentukan unsur-unsur ringan melalui proses nuklir di dalam kondisi alam semesta yang mengembang dan mendingin pada awal beberapa menit kemunculan alam semesta sebagaimana yang diuraikan secara terperinci dan logis oleh nukleosintesis ledakan dahsyat.
Fred Hoyle mencetuskan istilah Big Bang pada sebuah siaran radio tahun 1949. Dilaporkan secara luas bahwa, Hoyle yang mendukung model kosmologis alternatif "keadaan tetap" bermaksud menggunakan istilah ini secara peyoratif, tetapi Hoyle secara eksplisit membantah hal ini dan mengatakan bahwa istilah ini hanyalah digunakan untuk menekankan perbedaan antara dua model kosmologis ini.
Hoyle kemudian memberikan sumbangsih yang besar dalam usaha para fisikawan untuk memahami nukleosintesis bintang yang merupakan lintasan pembentukan unsur-unsur berat dari unsur-unsur ringan secara reaksi nuklir. Setelah penemuan radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis pada tahun 1964, kebanyakan ilmuwan mulai menerima bahwa beberapa skenario teori ledakan dahsyat haruslah pernah terjadi.