Daftar Acara Televisi:
Bocah Ngapa(k) Ya adalah sebuah acara televisi Indonesia bergenre komedi situasi yang ditayangkan oleh stasiun televisi Trans7 sejak 16 Februari 2019. Acara ini merupakan pengembangan dari film pendek YouTube Polapike yang menjadi perbincangan masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya pada akhir tahun 2018. Acara ini dibintangi oleh tiga anak-anak asli Desa Sadangwetan, Sadang, Kebumen; yakni Ahmad Azkal Fuadi, Fadli Dwi Ramadan, dan Ilham Dwi Ramadan.
Mancing Mania Strike Back adalah sebuah acara Memancing yang ditayangkan mulai tanggal 6 Mei 2023 setiap hari sabtu dan minggu pukul 13.30 WIB di Trans7.
Acara ini pertama kali tayang pada tahun 2008, dengan nama Mancing Mania, Kali ini program itu bakal hadir dengan konsep dan nama baru akan kembali hadir di layar TRANS7 setelah absen cukup lama dari layar kaca, yang diberi judul Mancing Mania Strike Back. Mancing Mania Strike Back tayang setiap Sabtu - Minggu pukul 13.30 WIB mulai 6 Mei 2023.
Mancing Mania Strike Back masih menghadirkan Cepy Yanwar sebagai host yang sudah dikenal oleh para Angler di Indonesia.
Namun, Cepy tidak lagi sendiri, Mancing Mania Strike Back akan menampilkan wajah baru Handi Usman, seorang pemancing profesional dan juga Dokter Hewan sebagai host baru di Mancing Mania Stike Back.
Latar belakang Handi sebagai Dokter Hewan akan menjadi warna baru dalam program Mancing Mania Strike Back dengan memberikan informasi seputar dunia perikanan dari sisi medis dan ilmiahnya.
Cepy dan Handi akan mengajak Sobat Angler Indonesia untuk mengeksplor spot-spot memancing di wilayah Nusantara dengan pemandangan yang eksotis.
Mancing Mania Strike Back juga akan memberikan informasi dan edukasi tentang keanekaragaman hayati serta ekosistem perairan.
Dalam episode perdananya Mancing Mania Strike Back siap menaklukkan perairan Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan menampilkan Battle Competition antara warga lokal dan wisatawan asing.
Pembawa acara bertualang menjelajahi tempat-tempat memancing terbaik di seluruh Indonesia, serta menampilkan berbagai metode yang tepat untuk menangkap ikan.
Atas Boleh... Bawah Boleh... adalah adalah film drama komedi Indonesia yang dirilis dan diproduksi pada 1986 dan disutradarai oleh Arizal. Film ini dibintangi antara lain oleh Trio Warkop DKI, Eva Arnaz, dan Dian Nitami. Film ini menjadi film pertama Warkop DKI dibawah naungan rumah produksi Soraya Intercine Films yang dimiliki oleh Ram Soraya.
Nagabonar Jadi 2 adalah sebuah film Indonesia tahun 2007 yang merupakan sekuel dari film Naga Bonar (1987). Film ini meraih penghargaan sebagai Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2007 dan "Movie of the Year"[1] dari Guardians e-Awards. Versi novel film ini, juga berjudul Nagabonar Jadi 2, ditulis oleh Akmal Nasery Basral, novelis yang pernah menjadi wartawan majalah Tempo. Film ini menjadi film terlaris tahun 2007 dengan meraih penjualan tiket sebanyak 2,4 Juta penonton.[2]
Indonesia Lawak Klub (disingkat dari ILK) adalah sebuah program lawak yang disiarkan oleh Trans7. Konsep acara ini adalah mempertemukan para pelawak di Indonesia dan bergabung dalam satu forum diskusi dan membahas sebuah topik yang tengah menjadi isu terkini. Orang-orang yang biasanya melawak itu berkolaborasi membicarakan suatu masalah dan berusaha untuk memberikan solusi dengan versi yang menghibur. Acara ini merupakan parodi dari program diskusi Indonesia Lawyers Club yang disiarkan di tvOne.Dalam durasi 60 menit (kini 120 menit termasuk pariwara), Denny Chandra yang menjadi moderator akan mengundang 8-10 orang pelawak atau entertainer yang dikenal di Indonesia untuk menjadi panelis. Selain mendengarkan komentar dari para tamu, masyarakat pun diajak terlibat dengan menyampaikan pendapat mereka melalui video tape (atau VT) yang ditayangkan, lalu di akhir acara disampaikan melalui rangkuman kesimpulan oleh seorang notulen yang diperankan oleh Maman Suherman dari hasil pembahasan dari para tamu.Bintang utama ILK adalah pembawa acara Denny Chandra, Komeng sebagai komeng-tator (plesetan dari komentator), dan Cak Lontong sebagai penyampai data hasil survei absurd. Ketiga orang itu diibaratkan sebagai "segitiga jitu andalan" dalam acara ini.