Daftar Acara Televisi:
Secret (Korean: ; Japanese: , bergaya sebagai SECRET) girlband Korea Selatan yang dibentuk TS Entertainment pada 2009. Terdiri dari Jun Hyoseong, Jung Hana, Song Jieun dan Han Sunhwa, mereka merilis singel debut berjudul "I Want You Back" pada 13 Oktober 2009. Pada 2010, mereka merilis 2 album mini berjudul Secret Time dan Madonna dengan pemimpin singel "Magic" dan "Madonna".
Pada 2011, mereka merilis 3 singel lain, "Shy Boy", "Starlight Moonlight" dan "Love is Move". Song Jieun, vokal utama mereka, juga merilis singel debut solo berjudul "Going Crazy" duet dengan leader B.A.P, Bang Yong Guk. Pada Agustus, mereka membuat debut resmi di Jepang. Secret menjadi girlband ketiga dengan debut masuk Top 10 Oricon setelah Kara dan Girls' Generation menjadi grup yang pertama dan kedua. Pada Oktober 2011, secret merilis album studio pertama, Moving in Secret. Selain prestasi komersial, Secret terkenal transisi mereka untuk lucu dan gadis-sebelah gambar melalui lagu-lagu seperti "Shy Boy" dan "Starlight Moonlight" dari bagian belakang gambar seksi dan kuat pada tahun 2009 dan 2010. Dalam mendukung singel Jepang kedua, "So Much For Goodbye", Secret membuat promosi untuk tur konser di Jepang dengan nama "Secret 1st Japan Tour" yang digelar pada Maret 2012.
Veteran (dari bahasa Latin vetus, tua) adalah seseorang yang pernah memiliki pengalaman di bidang militer ataupun penegakan hukum.
Midnight Runners (Hangul: ; Hanja: ; RR: Cheongnyeon gyeongchal; lit. Young Cop) adalah film komedi laga Korea Selatan tahun 2017 yang disutradarai oleh Jason Kim (Kim Ju-hwan) dan dibintangi oleh Park Seo-joon dan Kang Ha-neul. Film ini dirilis pada tanggal 9 Agustus 2017.
Makan adalah suatu kegiatan mengkonsumsi makanan atau minuman yang biasanya untuk menyediakan sumber energi bagi makhluk hidup atau organisme heterotrof dan memungkinkan pertumbuhan. Hewan dan heterotrof lainnya harus makan untuk bertahan hidup dan menyediakan sumber energi yang dibutuhkannya. Karnivora memakan hewan lain, herbivora memakan tumbuhan, omnivora mengonsumsi keduanya baik tumbuhan, dan hewan, dan detritivora memakan detritus.
Influenza, yang lebih dikenal dengan sebutan flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari famili Orthomyxoviridae (virus influenza), yang menyerang unggas dan mamalia. Gejala paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelelahan, dan rasa tidak nyaman secara umum.
Walaupun sering tertukar dengan penyakit mirip influenza lainnya, terutama selesma, influenza merupakan penyakit yang lebih berat dibandingkan dengan selesma dan disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Influenza dapat menimbulkan mual dan muntah, terutama pada anak-anak, namun gejala tersebut lebih sering terdapat pada penyakit gastroenteritis, yang sama sekali tidak berhubungan, yang juga kadang kala secara tidak tepat disebut sebagai "flu perut". Flu kadang kala dapat menimbulkan pneumonia viral secara langsung maupun menimbulkan pneumonia bakterial sekunder.
Biasanya, influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau ingus. Bisa pula menular melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi. Aerosol yang terbawa oleh udara (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian besar infeksi, walaupun jalur penularan mana yang paling berperan dalam penyakit ini belum sepenuhnya diketahui. Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar matahari, disinfektan, dan deterjen. Sering mencuci tangan dan menjalankan pola hidup sehat akan mengurangi risiko infeksi karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun.
Influenza menyebar ke seluruh dunia dalam epidemi musiman, yang menimbulkan kematian 250.000 dan 500.000 orang setiap tahunnya, bahkan sampai jutaan orang pada beberapa tahun pandemik. Rata-rata 41.400 orang meninggal tiap tahunnya di Amerika Serikat dalam kurun waktu antara tahun 1979 sampai 2001 karena influenza. Pada tahun 2010 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat mengubah cara mereka melaporkan perkiraan kematian karena influenza dalam 30 tahun. Saat ini mereka melaporkan bahwa terdapat kisaran angka kematian mulai dari 3.300 sampai 49.000 kematian per tahunnya.
Tiga pandemi influenza terjadi pada abad keduapuluh dan telah menewaskan puluhan juta orang. Tiap pandemi tersebut disebabkan oleh munculnya galur baru virus ini pada manusia. Seringkali, galur baru ini muncul saat virus flu yang sudah ada menyebar pada manusia dari spesies binatang yang lain, atau saat galur virus influenza manusia yang telah ada mengambil gen baru dari virus yang biasanya menginfeksi unggas atau babi. Galur unggas yang disebut H5N1 telah menimbulkan kekhawatiran munculnya pandemi influenza baru, setelah kemunculannya di Asia pada tahun 1990-an, tetapi virus tersebut belum berevolusi menjadi bentuk yang menyebar dengan mudah dari manusia-ke-manusia. Pada April 2009 sebuah galur virus flu baru berevolusi yang mengandung campuran gen dari flu manusia, babi, dan unggas, yang pada awalnya disebut "flu babi" dan juga dikenal sebagai influenza A/H1N1, yang muncul di Meksiko, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mendeklarasikan wabah ini sebagai pandemi pada 11 Juni 2009 (lihat pandemi flu 2009). Deklarasi WHO mengenai pandemi tingkat 6 merupakan indikasi penyebaran virus, bukan berat-ringannya penyakit, galur ini sebetulnya memiliki tingkat mortalitas yang lebih rendah dibandingkan dengan wabah virus flu biasa.
Vaksinasi terhadap influenza biasanya tersedia bagi orang-orang di negara berkembang. Ternak unggas sering divaksinasi untuk mencegah musnahnya seluruh ternak. Vaksin pada manusia yang paling sering digunakan adalah vaksin influenza trivalen (trivalent influenza vaccine [TIV]) yang mengandung antigen yang telah dimurnikan dan diinaktivasi terhadap tiga galur virus. Biasanya, vaksin jenis ini mengandung material dari dua galur virus influenza subtipe A dan satu galur influenza subtipe B. TIV tidak memiliki risiko menularkan penyakit, dan memiliki reaktivitas yang sangat rendah. Vaksin yang diformulasikan untuk satu tahun mungkin menjadi tidak efektif untuk tahun berikutnya, karena virus influenza berevolusi dengan cepat, dan galur baru akan segera benggantikan galur yang lama. Obat-obatan antivirus dapat dipergunakan untuk mengobati influenza, neuraminidase inhibitor (seperti Tamiflu atau Relenza) yang terutama efektif.