Daftar Acara Televisi:
Déjà vu, (bahasa Prancis: [dea vy] ( simak)) dari bahasa Prancis, secara harfiah "pernah dilihat", adalah fenomena merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini sedang dialami sudah pernah dialami di masa lalu.
Déjà vu adalah suatu perasaan telah mengetahui dan déjà vécu (perasaan "pernah hidup melalui" sesuatu) adalah sebuah perasaan mengingat kembali.
Pendekatan ilmiah menolak penjelasan bahwa déjà vu adalah "prekognisi" atau "ramalan". Pendekatan ilmiah menjelaskan bahwa déjà vu adalah anomali ingatan, yang membuat kesan berbeda bahwa suatu pengalaman "diingat kembali". Penjelasan ini didukung oleh fakta bahwa arti dari "mengingat" pada waktu itu sangat kuat dalam banyak kasus, tetapi keadaan pengalaman "sebelumnya" (kapan, di mana, dan bagaimana pengalaman sebelumnya terjadi) tidak pasti atau diyakini tidak mungkin. Dua jenis déjà vu yang diperkirakan ada adalah jenis patologis dari déjà vu yang biasanya berhubungan dengan epilepsi dan non-patologis yang merupakan sebuah karakteristik dari orang yang sehat dan fenomena psikologis.
Sebuah survei tahun 2004 menyebutkan bahwa sekitar dua pertiga populasi pernah mengalami déjà vu. Studi lain menguatkan bahwa déjà vu adalah pengalaman yang umum dialami oleh individu-individu yang sehat, dengan antara 31% dan 96% individu melaporkan pernah mengalaminya. Pengalaman déjà vu yang terjadi berkepanjangan atau sering (merupakan hal yang tidak umum), atau berhubungan dengan gejala lain, seperti halusinasi, mungkin menjadi indikator penyakit neurologis atau psikiatris.
Rasuk dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Rasuk (film), film horor Indonesia tahun 2018
Rasuk 2, film horor Indonesia tahun 2020
Rasukan, Ngombol, Purworejo
Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar (bahasa Inggris: The Big Bang) merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta (dikenal juga dengan Teori Ledakan Dahsyat atau Model Ledakan Dahsyat). Berdasarkan permodelan ledakan ini, alam semesta, awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, mengembang secara terus menerus hingga hari ini. Berdasarkan pengukuran terbaik tahun 2009, keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7 miliar tahun lalu, yang kemudian selalu menjadi referensi sebagai waktu terjadinya Big Bang tersebut. Teori ini telah memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan.
Georges Lemaître, seorang biarawan Katolik Roma Belgia, dianggap sebagai orang pertama yang mengajukan teori ledakan dahsyat mengenai asal usul alam semesta, walaupun ia menyebutnya sebagai "hipotesis atom purba". Kerangka model teori ini bergantung pada relativitas umum Albert Einstein dan beberapa asumsi-asumsi sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeksripsikan teori ledakan dahsyat dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak bumi dengan galaksi yang sangat jauh umumnya berbanding lurus dengan geseran merahnya, sebagaimana yang dipaparkan oleh Lemaître pada tahun 1927, pengamatan ini dianggap mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita: semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya.
Jika jarak antar gugus-gugus galaksi terus meningkat seperti yang terpantau sekarang, semuanya haruslah pernah berdekatan pada masa lalu. Gagasan ini secara rinci mengarahkan pada suatu keadaan massa jenis dan suhu yang sebelumnya sangat ekstrem. Berbagai pemercepat partikel raksasa telah dibangun untuk mencoba dan menguji kondisi tersebut, yang menjadikan teori tersebut dapat konfirmasi dengan signifikan, walaupun pemercepat-pemercepat ini memiliki kemampuan yang terbatas untuk menyelidiki fisika partikel. Tanpa adanya bukti apapun yang berhubungan dengan pengembangan awal yang cepat, teori ledakan dahsyat tidak dan tidak dapat memberikan beberapa penjelasan mengenai kondisi awal alam semesta, melainkan mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan umum alam semesta sejak pengembangan awal tersebut. Kelimpahan unsur-unsur ringan yang terpantau di seluruh kosmos sesuai dengan prediksi kalkulasi pembentukan unsur-unsur ringan melalui proses nuklir di dalam kondisi alam semesta yang mengembang dan mendingin pada awal beberapa menit kemunculan alam semesta sebagaimana yang diuraikan secara terperinci dan logis oleh nukleosintesis ledakan dahsyat.
Fred Hoyle mencetuskan istilah Big Bang pada sebuah siaran radio tahun 1949. Dilaporkan secara luas bahwa, Hoyle yang mendukung model kosmologis alternatif "keadaan tetap" bermaksud menggunakan istilah ini secara peyoratif, tetapi Hoyle secara eksplisit membantah hal ini dan mengatakan bahwa istilah ini hanyalah digunakan untuk menekankan perbedaan antara dua model kosmologis ini.
Hoyle kemudian memberikan sumbangsih yang besar dalam usaha para fisikawan untuk memahami nukleosintesis bintang yang merupakan lintasan pembentukan unsur-unsur berat dari unsur-unsur ringan secara reaksi nuklir. Setelah penemuan radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis pada tahun 1964, kebanyakan ilmuwan mulai menerima bahwa beberapa skenario teori ledakan dahsyat haruslah pernah terjadi.
Nagabonar Jadi 2 adalah sebuah film drama Indonesia tahun 2007 yang merupakan sekuel dari film Naga Bonar (1987). Film ini meraih penghargaan sebagai Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2007 dan "Movie of the Year"[1] dari Guardians e-Awards. Versi novel film ini, juga berjudul Nagabonar Jadi 2, ditulis oleh Akmal Nasery Basral, novelis yang pernah menjadi wartawan majalah Tempo. Film ini menjadi film terlaris tahun 2007 dengan meraih penjualan tiket sebanyak 2,4 Juta penonton.[2]
Detroit (, secara lokal ; bahasa Prancis: Détroit) adalah kota terbesar dan kota terpadat di negara bagian A.S. Michigan, yang merupakan kota Amerika terbesar dekat Perbatasan Kanada Amerika Serikat, dan ibu kota county dari Wayne County. Perkiraan penduduk kotamadya Detroit pada tahun 2018 adalah 672.662 jiwa penduduk, yang menjadikannya sebagai kota terpadat peringkat ke-23 di Amerika Serikat. Daerah metropolitan, yang disebut sebagai Metro Detroit, merupakan tempat tinggal untuk 4.3 juta penduduk, menjadikannya sebagai metropolitan terbesar di Midwest setelah Daerah metropolitan Chicago. Dianggap sebagai pusat budaya utama, Detroit juga dikenal karena kontribusinya terhadap musik, dan juga tempat untuk seni, arsitektur dan desain.Detroit merupakan pusat pelabuhan di Sungai Detroit, salah satu dari empat selat penting yang menghubungi sistem Danau-Danau Besar ke Saint Lawrence Seaway. Bandara Metropolitan Detroit merupakan hub penting di Amerika Serikat. Kota Detroit menjangkar sebagai ekonomi regional terbesar ke-2 di Midwest, di belakang Chicago dan di depan Minneapolis-Saint Paul, dan terbesar ke-13 di Amerika Serikat. Detroit dan kota tetangganya yang berada di Kanada Windsor terhubung dengan sebuah terowongan dan Jembatan Ambassador, yang merupakan penyeberangan internasional tersibuk di Amerika Utara, selain San Diego-TIjuana. Detroit paling dikenal sebagai pusat industri otomobil AS, dan "Tiga Besar" oto manufaktur seperti General Motors, Ford, dan Chrysler yang berpusat di Metro Detroit.
Pada tahun 1701, Antoine de la Mothe Cadillac mendirikan Benteng Pontchartrain du Détroit, yang menjadikan kota Detroit yang kita ketahui sampai saat ini. Pada abad ke-19, kota tersebut menjadi pusat industri penting di tengah Daerah Danau-Danau Besar. Kota tersebut menjadi 4 terbesar di negara tersebut pada tahun 1920, setelah Kota New York, Chicago, dan Philadelphia, dengan pengaruh pesatnya industri otomotif. Dengan perluasan Industri otomotif pada awal abad ke-20, dan pertumbuhan pesat rumah di pinggiran kota, dan pada 1940-an, kota tersebut menjadi empat terbesar di negara tersebut. Namun, karena restrukturisasi industri, dan hilangnya pekerjaan dalam industri otomotif, dan pesatnya suburbanisasi, Detroit kehilangan populasi besar dari akhir abad ke-20 hingga sekarang. Sejak tercapainya puncak jumlah penduduk yaitu 1.85 juta pada sensus 1950, Jumlah penduduk Detroit telah turun lebih dari 60 persen. Pada tahun 2013, Detroit menjadi kota Amerika yang terbesar untuk mengajukan kebangkrutan, yang berhasil keluar pada Desember 2014, saat pemerintah kota telah mengendalikan kembali finansial Detroit.Kebudayaan Detroit yang beragam memiliki pengaruh lokal maupun internasional, terutama musik, dengan kotanya mendapatkan kenaikan untuk genre Motown dan tekno, memainkan sebuah peran penting dalam perkembangan jazz, hip-hop, rock, dan musik punk. Kepesatan Detroit yang dahulu meninggalkan sebuah stok secara global monumen berarsitektur dan tempat bersejarah dan sejak 2000-an upaya konservasi yang mencoba untuk menyelamatkan bagian arsitektural dan dibolehkan untuk melakukan revitalisasi skala besar, termasuk restorasi teater bersejarah dan tempat hiburan, renovasi bangunan tinggi, stadion olahraga baru, dan proyek revitalisasi tepi sungai. Baru saja, populasi Pusat Kota Detroit, Midtown Detroit, dan berbagai daerah yang lain telah meningkat. Sebuah peningkatan destinasi wisatawan populer, Detroit telah mendapatkan 19 juta wisatawan per tahun. Pada tahun 2015, Detroit dinamakan sebagai "Kota Desain" oleh UNESCO, sebuah kota yang untuk pertama kalinya mendapatkan julukan tersebut.