Daftar Acara Televisi:
Galau ialah lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi asal Malaysia Siti Nurhaliza. Lagu sebelumnya dinyanyikan oleh kelompok musik asal Indonesia Hang Wangi Band berjudul Pusara Hati, diciptakan oleh komposer Indonesia, Cacaq (Idris Batumena). Seorang wakil dari Rumpun Records (anak perusahaan Universal Music Malaysia) bertemu dengannya di Jawa Timur dalam rangka memperoleh lagu ini daripada Cacaq.
Kali pertama ditampilkan dalam konser "Siti Nurhaliza - Live in Kuantan pada 2012, lagu ini kemudiannya luncurkan sebagai single digital di iTunes pada 11 Januari 2013. Musik videonya diarahkan oleh Daryl Adrian Emuang dan diluncurkan secara resmi di YouTube pada 14 Mei 2013.
Pada 2013, lagu ini dinominasikan dalam Anugerah Industri Muzik ke-20 untuk kategori Persembahan Vokal Terbaik Di Dalam Lagu (Wanita).
Jejak Duka Diandra adalah serial televisi Indonesia produksi SinemArt yang ditayangkan perdana 6 Januari 2026 pukul 21.30 WIB di SCTV. Serial ini disutradarai oleh Epoy S. Pradipta dan dibintangi oleh Michelle Ziudith, Rio Dewanto, dan Bizael Tanasale.
Warna Warni adalah program berita siang yang ditayangkan di NET. yang memberikan berita terupdate dari dalam dan luar negeri serta kisah sosial di tengah masyarakat.
Ayat Ayat Cinta adalah novel berbahasa Indonesia karangan Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004 melalui penerbit Basmala dan Republika. Novel ini berisikan 418 halaman dan sukses menjadi salah satu novel fiksi terlaris di Indonesia yang dicetak sampai dengan 160 ribu eksemplar hanya dalam jangka waktu tiga tahun. Ayat Ayat Cinta juga merupakan pelopor karya sastra Islami yang sedang dalam masa kebangkitannya dewasa ini.
Lolipop adalah permen gula yang sudah ada sejak zaman dulu. Asal usul permen lolipop diduga berasal dari cara manusia purba untuk mengumpulkan madu dengan menggunakan tongkat. Mereka kemudian mengonsumsi madu yang telah berhasil dikumpulkan langsung dari tongkat tersebut. Cikal bakal permen lolipop yang lebih modern diperkirakan ditemukan pada masa kebudayaan Arab, Cina, dan Mesir Kuno. Pada saat itu, masyarakat mereka membuat "permen" dengan cara mencampur buah-buahan atau kacang-kacangan dengan madu kemudian ditusuk dengan tangkai agar lebih mudah dinikmati.