Daftar Acara Televisi:
ASWAJA TV (kependekan dari Ahlussunnah wal Jama'ah Televisi) adalah stasiun televisi yang bernuansa Islami yang diluncurkan pada bulan Juli 2013. Dari namanya, ASWAJA TV merupakan stasiun TV yang berbasis Islam Sunni.TV yang bersiaran lewat satelit Palapa D ini mulai mengudara sejak hari Kamis 25 Juli 2013 / malam 17 Ramadan 1434H bertepatan dengan malam Nuzulul Qur'an. Pada bulan Oktober 2013, ASWAJA TV mulai mempersiapkan untuk bisa menghadirkan fitur siaran streaming dengan target pemirsa Muslim yang berada di kawasan Asia dan Australia.
Tombo Ati adalah lagu tradisional Jawa yang ditulis oleh Sunan Bonang, salah satu dari Walisongo yang berasal dari Tuban, Jawa Timur. Lagu ini berisi tentang cara-cara seorang Muslim untuk mendapatkan kedamaian dan ketenangan spiritual, dengan melakukan salat tahajjud, membaca Qur'an, berpuasa, berkumpul dengan orang sholeh, dan terus-menerus mengingat Allah, semua itu merupakan "Obat Hati".
Lagu ini masih diajarkan di pesantren-pesantren, dan telah dinyanyikan, direkam, dan dirilis oleh beberapa penyanyi Indonesia.
Lunite adalah sebuah program gelar wicara yang tayang di RTV mulai 21 Mei hingga 13 September 2022. Program ini dibawakan oleh Luna Maya dengan ko-presenter Akbar Kobar.
Program ini menghadirkan obrolan ringan Luna bersama sejumlah sahabat serta rekan sesama figur publik dan selebriti yang akan dikulik dengan gaya Luna. Sementara Akbar akan mencairkan suasana obrolan dengan lawakan khasnya serta membantu menggali informasi dari para bintang tamu.
Dubi Dubi Dam adalah salah satu acara musik anak-anak yang ditayangkan oleh stasiun televisi RTV. Dibawakan oleh 2 orang pemandu acara, Dubi Dubi Dam berfokus pada pelestarian musik anak Indonesia dengan mengangkat kembali lagu-lagu anak zaman dulu serta melibatkan peran siswa TK dan SD serta sekolahnya guna menampilkan berbagai karya kreatif.
Arya Kamandanu adalah nama seorang tokoh fiktif, tokoh utama dalam cerita sandiwara radio legendaris Tutur Tinular, sandiwara radio fenomenal yang berlatar belakang sejarah runtuhnya Kerajaan Singhasari hingga berdirinya Kerajaan Majapahit, karya S. Tidjab.
Dalam cerita sandiwara tersebut, Arya Kamandanu digambarkan sebagai sosok pemuda yang sangat mumpuni dalam olah kanuragan, pendekar pilih tanding berjiwa ksatria yang mampu menaklukkan musuh-musuhnya, pantang mundur demi membela kebenaran, tetapi dilain pihak ia adalah sosok pemuda yang sangat lugu, pemalu dan sulit menaklukkan hati dan perasaannya sendiri, selalu ragu-ragu dalam mengutarakan isi hatinya terhadap seorang perempuan.