Daftar Acara Televisi:
Bisa, atau zootoksin (secara harfiah "racun hewan") adalah semua jenis toksin yang yang digunakan oleh beberapa kelompok spesies hewan, untuk keperluan pertahanan dan berburu mangsa. Bisa dibedakan dengan racun dengan pengertian bahwa bisa adalah toksin biologis yang disuntikkan oleh bagian tubuh tertentu, seperti gigi taring atau sengat, untuk menimbulkan efek terhadap sasaran, sedangkan racun adalah toksin biologis yang terdapat dalam suatu bagian tubuh tertentu dari hewan, yang diserap melalui lapisan epitel (baik dari usus maupun melalui kulit). Hewan-hewan yang memiliki bisa antara lain adalah ular, laba-laba, kalajengking, dan lebah.
Bisa ular umumnya mengandung fosfolipase A2, sejenis enzim yang memicu proses lisis pada senyawa fosfolipid, sehingga bersifat toksik terhadap membran sel.
Burung dari genus Pitohui saat ini merupakan satu-satunya burung yang diketahui memiliki bisa atau racun di bulu dan kulitnya. Bisa ini hanya menimbulkan rasa geli hingga mati rasa (numbness) di kulit.
Seleb.kom adalah sebuah program infotainmen yang ditayangkan di RTV. Program ini membahas tentang gaya hidup seorang selebriti, dipandu oleh seorang pembawa acara yang akan berkomentar secara jenaka.
Trisula (Dewanagari: ; ,IAST: trila, ) adalah sebuah serampang atau tombak berujung tiga dalam kepercayaan Hindu. Trisula diyakini sebagai lambang ketuhanan, biasa dipergunakan sebagai salah satu simbol Hinduisme. Senjata ini umumnya berkaitan dengan Dewa Siwa dan sering ditampilkan dalam ikonografi (penggambaran wujud) sang dewa.
Super 10 Indonesia adalah acara varietas Indonesia yang disiarkan oleh RTV. Acara ini merupakan adaptasi dari program Thailand yang berjudul Super 10. Acara ini menampilkan anak-anak yang menunjukkan talenta yang luar biasa dan merupakan acara berlisensi Workpoint Entertainment keenam di Indonesia setelah Menembus Mata Batin di antv sejak Agustus 2018 lalu.
Abrakadabra adalah sebuah mantra yang digunakan sebagai kata ajaib dalam trik sulap, dan menurut sejarah, kata ini diyakini memiliki kekuatan penyembuhan ketika tertulis di sebuah jimat. Kata ini sering dikaitkan dengan praktik ritual, talisman dan pentakel yang menunjukkan simbol dengan ekspresi baik berupa bunyi-bunyian maupun tulisan. Pada abad pertengahan, kata ini digunakan sebagai formula ajaib.