Daftar Acara Televisi:
Jangan Ada Dusta adalah serial televisi Indonesia produksi Persari Film yang ditayangkan perdana 6 September 2001 pukul 21.00 WIB di SCTV berdasarkan novel Hatiku Bukan Pualam karya Saut Poltak Tambunan. Serial ini disutradarai oleh M.T. Risyaf dan dibintangi oleh Inneke Koesherawati, Rico Tampatty, dan Rindu Idroes.
Kapten Justice adalah sebuah serial web adiwira tokusatsu fiksi ilmiah Indonesia yang diciptakan, disutradarai, diproduseri, dan dibintangi oleh YouTuber tokusatsu Muhammad Ridwan Halim, yang juga menulis tiga episode pertamanya.
Ultraman Decker (code: ja is deprecated , Urutoraman Dekk) adalah drama tokusatsu Jepang yang diproduksi oleh Tsuburaya Productions, serta judul ke-34 dari Seri Ultra. Ultraman Decker akan dijadikan sebagai sekuel dari Ultraman Trigger: New Generation Tiga dan perayaan ulang tahun ke-25 Ultraman Dyna. Serial ini akan tayang di TV Tokyo pada 9 Juli 2022.
Seru adalah sebuah film horor Malaysia tahun 2011 yang diproduksi oleh Tayangan Unggul. Film tersebut disutradarai oleh dua sutradara. Pierre Andre diberi tugas dari segi kelompok pemeran sementara Woo Ming Jin diberi tugas dari segi teknikal. Film tersebut merupakan film pertama Pierre bersama Tayangan Unggul dan film pertamanya setelah ia keluar dari MIG akibat sedikit salah paham.
Wali Songo (lebih dikenal sebagai Wali Songo, Jawa: ; Wali Songo, "Sembilan Wali" (orang yang dipercaya)) adalah tokoh Islam yang dihormati di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, karena peran historis mereka dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Pembentukan Majelis Dakwah Walisongo di perkirakan terjadi antara tahun 1250 -1404 oleh Sultan-Sultan yang berkuasa dalam penyebaran agama Islam di suatu negara ke negara lain, biasanya terdiri dari 9 Anggota Majelis Dakwah Walisongo segera bergerak ke wilayah India, asia tenggara seperti Vietnam, Malaysia & Indonesia.
Berita ini tertulis dalam kitab kanzul'Hum dari ibnu bathutah, lalu dilanjutkan oleh Sunan Gresik & sekarang tersimpan dalam museum Istana Turki Istanbul
Perjalanan Periode Selanjutnya untuk berdakwah di pulau Jawa pada tahun 1404 dipimpin oleh Sunan Gresik sebagai Misionaris utusan Kesultanan Utsmaniyah dari Istambul Turki tentu membawa misi dalam penyebaran agama islam & mencari simpati juga dukungan atas peperangan saudara yang terjadi di negaranya dengan mendatangi wilayah Kerajaan Majapahit kala itu rajanya Baginda Prabu Wikramawardhana sebagai kekuatan terbesar di Asia tenggara pada jamannya.[referensi?]
Setiap anggota Wali Sanga saling dikaitkan dengan gelar Sunan dalam bahasa Jawa, konteks ini berarti "terhormat".Sebagian besar wali juga dijuluki Raden selama hidup mereka, karena mereka keturunan ningrat. (Lihat bagian "Gaya dan Gelar" Kesultanan Yogyakarta untuk penjelasan tentang istilah bangsawan Jawa.)
Makam (pundhen) para wali dihormati oleh masyarakat Jawa sebagai lokasi ziarah di Jawa sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih atas manfaat dan syafaat yang mereka amalkan pada masa hidupnya. Dalam tradisi Jawa makam memiliki istilah pundhen.