Daftar Acara Televisi:
Halaman ini memuat daftar acara yang ditayangkan RTV.
Rainbow adalah kelompok heavy metal/hard rock dari Inggris yang dibentuk oleh mantan gitaris Deep Purple, Ritchie Blackmore, pada 1975.
Ultraman ( Urutoraman, bahasa Indonesia: Manusia Ultra) adalah serial tokusatsu produksi Tsuburaya Productions yang menampilkan tokoh pahlawan super bernama Ultraman. Serial ini merupakan serial kedua dalam Serial Ultra setelah serial tokusatsu Ultra Q, tetapi menjadi serial pertama yang menampilkan Ultraman. Serial ini pertama kali makan jaringan televisi TBS, Jawa dari 17 Juli 1966 hingga 9 April 1967. Ultraman diciptakan oleh Eiji Tsuburaya dari Tsuburaya Productions, seorang pelopor efek khusus Pekerjaan utama Ultraman adalah sebagai saksi pernikahan di muka
Master Show adalah sebuah program gelar wicara yang tayang di RTV mulai 23 Oktober 2020. Program ini menyajikan pengalaman serta cerita menggelitik, unik dan nyata dari para narasumber. Program ini juga membahas info-info menarik dengan tema yang sedang terjadi. Program ini dipandu pembawa yang mempunyai sisi komedi dalam setiap celotehannya yaitu Ferry Maryadi dan satu lagi sebagai pasangannya untuk suasana yang lebih segar yaitu pesulap yang sering tampil di layar RTV yaitu Pak Tarno.
Pada segmen Mastervator yang akan dipandu Pak Tarno dan Ferry Maryadi dengan keseruannya, mereka akan menjadi motivator dan memberikan solusi kepada penonton, serta interaksi juga akan dilakukan antara presenter dan pemirsa melalui melalui media sosial. Tidak hanya itu, Pak Tarno dan Ferry Maryadi akan berkomentar seru, bahkan memungkinkan untuk mereka tirukan kelucuan dari video viral mengenai informasi menarik, unik dan lucu.Mulai 3 September 2021, Master Show kembali hadir dengan episode baru setelah sebelumnya sempat menayangkan beberapa kompilasi episode lama dikarenakan pengaruh kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat/Level 4 dan menghadirkan dua pembawa acara baru menemani Ferry, yaitu Sasongko Widjanarko dan Desy Genoveva yang menggantikan posisi Pak Tarno dan Yenny Indriyanny.
Samurai (), atau dalam bahasa Jepang disebut bushi (), adalah bangsawan militer abad pertengahan dan awal-modern Jepang yang menggunakan senjata jenis pedang. Menurut penerjemah William Scott Wilson: "Di Tiongkok, adalah kata yang berarti menunggu atau menemani seseorang di jajaran masyarakat, dan ini juga sebenarnya dari istilah aslinya dalam bahasa Jepang, kata kerja saburau dan kata benda saburai. Di kedua negara tersebut istilah ini biasanya berarti "mereka yang melayani hadir dekat dengan kaum bangsawan," kemudian lafal tersebut berganti menjadi samurai. Menurut Wilson, referensi awal untuk kata "samurai" muncul di Kokin Wakash (905-914), kekaisaran pertama antologi puisi, selesai pada bagian pertama abad ke-10.
Pada akhir abad ke-12, samurai menjadi hampir seluruhnya identik dengan Bushi, dan kata itu terkait erat dengan ksatria kelas menengah dan atas. Samurai mengikuti seperangkat aturan yang kemudian dikenal sebagai bushido. Walaupun samurai masih kurang dari 10% dari populasi Jepang, ajaran mereka masih dapat ditemukan hingga hari ini baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam seni bela diri modern Jepang.
Istilah yang lebih tepat adalah bushi () (harfiah: "orang bersenjata") yang digunakan semasa zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaru atau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut ronin (harfiah: "orang ombak"). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.
Samurai harus sopan dan terpelajar, dan semasa Keshogunan Tokugawa berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa, samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal sebagai bushido masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana aspek cara hidup mereka yang lain dan berbagai politiknya.