Daftar Acara Televisi:
Wu Kong (Hanzi: ) adalah sebuah film fantasi-laga-petualangan Tiongkok tahun 2017 yang disutradarai oleh Derek Kwok dan diproduksi oleh Huang Jianxin. Film tersebut menampilkan Eddie Peng dalam peran utama bersama dengan Ni Ni, Shawn Yue, Oho Ou dan Zheng Shuang. Film tersebut berdasarkan pada sebuah novel internet populer berjudul Wukong Biography yang ditulis oleh Jin Hezai. Film tersebut dirilis di Tiongkok pada 13 Juli 2017.
Dubi Dubi Dam adalah salah satu acara musik anak-anak yang ditayangkan oleh stasiun televisi RTV. Dibawakan oleh 2 orang pemandu acara, Dubi Dubi Dam berfokus pada pelestarian musik anak Indonesia dengan mengangkat kembali lagu-lagu anak zaman dulu serta melibatkan peran siswa TK dan SD serta sekolahnya guna menampilkan berbagai karya kreatif.
Fun Time adalah salah satu acara anak-anak yang ditayangkan oleh stasiun televisi RTV. Tayang perdana pada tanggal 5 September 2016, Fun Time awalnya berdurasi tayang 30 menit, namun kemudian diperpanjang menjadi 60 menit pada pertengahan tahun 2017 lalu. Fun Time dibawakan oleh tiga orang anak bertalenta dan berisikan materi ilmu pengetahuan yang tak hanya memberi wawasan bagi anak-anak namun juga sangat menghibur.
Sepakat untuk Tidak Sepakat! adalah seri komedi situasi (sitkom) Indonesia yang ditayangkan di B Channel (kini RTV). Tayang mulai tanggal 2 Mei 2011, sitkom ini dibintangi antara lain Adi Darma, Rio Indrawan, Conchita Caroline dan lainnya.
Bisa, atau zootoksin (secara harfiah "racun hewan") adalah semua jenis toksin yang yang digunakan oleh beberapa kelompok spesies hewan, untuk keperluan pertahanan dan berburu mangsa. Bisa dibedakan dengan racun dengan pengertian bahwa bisa adalah toksin biologis yang disuntikkan oleh bagian tubuh tertentu, seperti gigi taring atau sengat, untuk menimbulkan efek terhadap sasaran, sedangkan racun adalah toksin biologis yang terdapat dalam suatu bagian tubuh tertentu dari hewan, yang diserap melalui lapisan epitel (baik dari usus maupun melalui kulit). Hewan-hewan yang memiliki bisa antara lain adalah ular, laba-laba, kalajengking, dan lebah.
Bisa ular umumnya mengandung fosfolipase A2, sejenis enzim yang memicu proses lisis pada senyawa fosfolipid, sehingga bersifat toksik terhadap membran sel.
Burung dari genus Pitohui saat ini merupakan satu-satunya burung yang diketahui memiliki bisa atau racun di bulu dan kulitnya. Bisa ini hanya menimbulkan rasa geli hingga mati rasa (numbness) di kulit.