Daftar Acara Televisi:
Cari Jodoh adalah album musik kedua karya Wali yang dirilis pada tahun 2009. Berisi 10 buah lagu dengan lagu Cari Jodoh, Baik-Baik Sayang, Yank dan Puaskah sebagai lagu utama album ini. album ini merupakan album terakhir dengan bassist Nunu sebelum ia keluar
Dan pada tahun 2010, lagu Cari Jodoh dinyanyikan oleh Fabrizio Faniello versi bahasa asing dengan judul "I No Can Do". Untuk lagu Baik-Baik Sayang, mendapatkan penghargaan berupa Ring Back Tone yang banyak diunduh pengguna telepon seluler di Indonesia.
Abrakadabra adalah sebuah mantra yang digunakan sebagai kata ajaib dalam trik sulap, dan menurut sejarah, kata ini diyakini memiliki kekuatan penyembuhan ketika tertulis di sebuah jimat. Kata ini sering dikaitkan dengan praktik ritual, talisman dan pentakel yang menunjukkan simbol dengan ekspresi baik berupa bunyi-bunyian maupun tulisan. Pada abad pertengahan, kata ini digunakan sebagai formula ajaib.
Wali Songo (lebih dikenal sebagai Wali Songo, Jawa: ; Wali Songo, "Sembilan Wali" (orang yang dipercaya)) adalah tokoh Islam yang dihormati di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, karena peran historis mereka dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Pembentukan Majelis Dakwah Walisongo di perkirakan terjadi antara tahun 1250 -1404 oleh Sultan-Sultan yang berkuasa dalam penyebaran agama Islam di suatu negara ke negara lain, biasanya terdiri dari 9 Anggota Majelis Dakwah Walisongo segera bergerak ke wilayah India, asia tenggara seperti Vietnam, Malaysia & Indonesia.
Berita ini tertulis dalam kitab kanzul'Hum dari ibnu bathutah, lalu dilanjutkan oleh Sunan Gresik & sekarang tersimpan dalam museum Istana Turki Istanbul
Perjalanan Periode Selanjutnya untuk berdakwah di pulau Jawa pada tahun 1404 dipimpin oleh Sunan Gresik sebagai Misionaris utusan Kesultanan Utsmaniyah dari Istambul Turki tentu membawa misi dalam penyebaran agama islam & mencari simpati juga dukungan atas peperangan saudara yang terjadi di negaranya dengan mendatangi wilayah Kerajaan Majapahit kala itu rajanya Baginda Prabu Wikramawardhana sebagai kekuatan terbesar di Asia tenggara pada jamannya.[referensi?]
Setiap anggota Wali Sanga saling dikaitkan dengan gelar Sunan dalam bahasa Jawa, konteks ini berarti "terhormat".Sebagian besar wali juga dijuluki Raden selama hidup mereka, karena mereka keturunan ningrat. (Lihat bagian "Gaya dan Gelar" Kesultanan Yogyakarta untuk penjelasan tentang istilah bangsawan Jawa.)
Makam (pundhen) para wali dihormati oleh masyarakat Jawa sebagai lokasi ziarah di Jawa sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih atas manfaat dan syafaat yang mereka amalkan pada masa hidupnya. Dalam tradisi Jawa makam memiliki istilah pundhen.
Prabu Anglingdarma adalah nama seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa dan Nusantara, yang dianggap sebagai titisan Batara Wisnu. Terdapat Gua NagaRaja tepatnya di Sukolilo, Pati. Makam dan Peninggalan Prabu Angling Dharma berada di Desa Baleadi, Kec. Sukolilo, Kab. Pati, Jawa Tengah. Salah satu keistimewaan tokoh ini adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang. Selain itu, ia juga disebut sebagai keturunan Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata.
Love Destiny (bahasa Thai: ) adalah serial televisi sejarah Thailand tahun 2018 yang ditayangkan pertama kali di Channel 3 dari tanggal 21 Februari hingga 11 April 2018. Serial sebanyak 15 episode ini mengandung unsur romantis, komedi, dan perjalanan waktu. Serial ini Dibintangi oleh Ranee Campen dan Thanawat Wattanaputi, Love Destiny menjadi hit besar di Thailand dan mendapatkan popularitas di seluruh Asia dan berkontribusi pada peningkatan wisatawan di lokasi syuting. Keberhasilannya dikaitkan dengan skenario, kostum, dan lokasinya yang rumit.Sebuah Lakorn berlatarkan Kerajaan Ayutthaya, pada masa pemerintahan Raja Narai, merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Rompaeng, nama samaran Chanyawi Somprida. Novel ini mendapat penghargaan Tujuh Buku pada tahun 2010 dan diadaptasi menjadi drama televisi untuk pertama kalinya dalam serial ini. Adaptasi televisi dilakukan oleh Broadcast Thai Television, penulis naskahnya adalah Sanlaya, dan sutradaranya adalah Pawat Panangsiri.