Daftar Acara Televisi:
"Risalah Hati" merupakan lagu karya grup musik rock Indonesia, Dewa. Lagu ini diciptakan dan diproduseri oleh Ahmad Dhani, serta menjadi lagu ketiga pada album Bintang Lima setelah "Roman Picisan" dan "Dua Sedjoli".
Lagu ini juga menjadi salah satu lagu yang populer dari album Bintang Lima, serta menjadi salah satu lagu populer karya Dewa.
Tombo Ati adalah lagu tradisional Jawa yang ditulis oleh Sunan Bonang, salah satu dari Walisongo yang berasal dari Tuban, Jawa Timur. Lagu ini berisi tentang cara-cara seorang Muslim untuk mendapatkan kedamaian dan ketenangan spiritual, dengan melakukan salat tahajjud, membaca Qur'an, berpuasa, berkumpul dengan orang sholeh, dan terus-menerus mengingat Allah, semua itu merupakan "Obat Hati".
Lagu ini masih diajarkan di pesantren-pesantren, dan telah dinyanyikan, direkam, dan dirilis oleh beberapa penyanyi Indonesia.
Madun adalah serial televisi Indonesia produksi Amanah Surga Productions yang ditayangkan perdana 11 Mei 2015 pukul 20.00 WIB di SCTV. Serial ini disutradarai oleh Gufran Han dibintangi oleh Yusuf Mahardika, Baron Yusuf Siregar, dan Tissa Biani.
Sejak 2022, serial ini ditayangkan kembali oleh Mentari TV, pada tahun 2025, serial ini ditayangkan oleh Republika TV. Selain itu, SCTV juga kembali menayangkannya pada dini hari WIB pada tahun yang sama.
Tayo the Little Bus (Hangul: ; RR: Kkoma-beoseu Tayo) adalah serial animasi dari Korea Selatan yang diproduksi oleh Iconix Entertainment dan Educational Broadcasting System.Serial ini tersedia dalam bahasa Korea, Inggris, Rusia, Turki, Indonesia, Jerman, Arab, Prancis, Belanda, Thai, Hindi, Jepang, Mandarin, Portugis, Ibrani, dan Spanyol yang dapat disaksikan di YouTube.
Wali Songo (lebih dikenal sebagai Wali Songo, Jawa: ; Wali Songo, "Sembilan Wali" (orang yang dipercaya)) adalah tokoh Islam yang dihormati di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, karena peran historis mereka dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Pembentukan Majelis Dakwah Walisongo di perkirakan terjadi antara tahun 1250 -1404 oleh Sultan-Sultan yang berkuasa dalam penyebaran agama Islam di suatu negara ke negara lain, biasanya terdiri dari 9 Anggota Majelis Dakwah Walisongo segera bergerak ke wilayah India, asia tenggara seperti Vietnam, Malaysia & Indonesia.
Berita ini tertulis dalam kitab kanzul'Hum dari ibnu bathutah, lalu dilanjutkan oleh Sunan Gresik & sekarang tersimpan dalam museum Istana Turki Istanbul
Perjalanan Periode Selanjutnya untuk berdakwah di pulau Jawa pada tahun 1404 dipimpin oleh Sunan Gresik sebagai Misionaris utusan Kesultanan Utsmaniyah dari Istambul Turki tentu membawa misi dalam penyebaran agama islam & mencari simpati juga dukungan atas peperangan saudara yang terjadi di negaranya dengan mendatangi wilayah Kerajaan Majapahit kala itu rajanya Baginda Prabu Wikramawardhana sebagai kekuatan terbesar di Asia tenggara pada jamannya.[referensi?]
Setiap anggota Wali Sanga saling dikaitkan dengan gelar Sunan dalam bahasa Jawa, konteks ini berarti "terhormat".Sebagian besar wali juga dijuluki Raden selama hidup mereka, karena mereka keturunan ningrat. (Lihat bagian "Gaya dan Gelar" Kesultanan Yogyakarta untuk penjelasan tentang istilah bangsawan Jawa.)
Makam (pundhen) para wali dihormati oleh masyarakat Jawa sebagai lokasi ziarah di Jawa sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih atas manfaat dan syafaat yang mereka amalkan pada masa hidupnya. Dalam tradisi Jawa makam memiliki istilah pundhen.