Daftar Acara Televisi:
Mekah I'm Coming (bahasa Inggris: Mecca I'm Coming) adalah film drama komedi Indonesia tahun 2019 yang diproduseri oleh Hanung Bramantyo dan disutradarai oleh Jeihan Angga. Film ini merupakan debut Jeihan Angga sebagai sutradara film panjang. Film ini dibintangi oleh Michelle Ziudith, Rizky Nazar. Film ini digarap oleh MD Pictures bersama Dapur Film. Film ini tayang serentak di bioskop Indonesia pada 5 Maret 2020. Sebelum tayang resmi untuk umum, film Mekah I'm Coming lebih dulu ditayangkan perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada 21 November 2019.Film ini juga mendapatkan tanggapan yang baik dari para kritikus film. Di Festival Film Indonesia 2020, Mekah I'm Coming berhasil mendapatkan tiga nominasi dalam kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Totos Rasiti), Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik (Ria Irawan), dan Penyunting Gambar Terbaik (Ahyat Andrianto). Sedangkan di Festival Film Tempo 2020, film ini dinominasikan di seluruh kategori dan berhasil terpilih dalam kategori Film Pilihan, Sutradara Pilihan (Jeihan Angga), dan Skenario Terpilih (Jeihan Angga). Film ini berhasil mendapat 12 nominasi di Piala Maya 2020 dan memenangkan 5 kategori termasuk Film Cerita Panjang Terpilih. Pada Indonesian Movie Actors Awards 2021, film ini mendapatkan 6 nominasi dan berhasil memenangkan katogori Ansambel Terbaik.
Roman Picisan The Series atau ROMPIS The Series merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di RCTI. Sinetron ini diproduksi oleh MNC Pictures. Sinetron ini diadaptasi dari film tahun 1980 dengan judul yang sama yaitu Roman Picisan.
Roman Picisan juga hadir dalam bentuk film dengan Judul Rompis The Movie yang tayang pada tanggal 16 Agustus 2018.
Taken 3 adalah Film Aksi Thriller 2015 yang disutradarai oleh Olivier Megaton dan ditulis oleh Luc Besson and Robert Mark Kamen. Film ini adalah film ketiga dan terakhir dari trilogi film Taken dan Taken 2. Taken 3 dibintangi oleh Liam Neeson, Maggie Grace, Famke Janssen dan Forest Whitaker. 20th Century Fox akan merilis film ini pada 9 Januari 2015.
Prince (lahir dengan nama Prince Rogers Nelson di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, 7 Juni 1958 meninggal di Chanhassen, Minnesota, Amerika Serikat, 21 April 2016 pada umur 57 tahun) adalah seorang musikus dari Amerika Serikat.
H. Abdul Malik Karim Amrullah, bergelar Datuak Indomo serta populer dengan nama pena, Buya Hamka (Indonesia: [/hmk/], Jawi: ) (17 Februari 1908 24 Juli 1981), adalah seorang ulama, filsuf, dan sastrawan Indonesia. Ia berkarier sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia sempat berkecimpung di politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan, menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.
Dibayangi nama besar ayahnya Abdul Karim Amrullah, Hamka remaja sering melakukan perjalanan jauh sendirian. Alih-alih menyelesaikan pendidikannya di Thawalib, ia merantau ke Jawa pada umur 16 tahun. Selang setahun, ia pulang membesarkan Muhammadiyah di Padang Panjang. Pengalaman ditolak sebagai guru di sekolah milik Muhammadiyah karena tak memiliki ijazah dan kemampuan berbahasa Arabnya yang terbatas mendorong Hamka muda pergi ke Makkah. Lewat bahasa Arab yang dipelajarinya, Hamka mendalami sejarah Islam dan sastra secara otodidak. Kembali ke Tanah Air, Hamka bekerja sebagai wartawan sambil menjadi guru agama di Deli. Setelah menikah, ia kembali ke Medan dan memimpin Pedoman Masyarakat. Lewat karyanya Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, nama Hamka melambung sebagai sastrawan.
Selama revolusi fisik, Hamka bergerilya di Sumatera Barat bersama Barisan Pengawal Nagari dan Kota (BPNK) menggalang persatuan rakyat menentang kembalinya Belanda. Pada 1950, Hamka membawa keluarga kecilnya ke Jakarta. Semula, ia bekerja di Departemen Agama, tetapi mundur karena terjun di jalur politik. Dalam pemilihan umum 1955, Hamka terpilih duduk di Konstituante mewakili Masyumi. Ia terlibat dalam perumusan kembali dasar negara. Sikap politik Masyumi menentang komunisme dan anti-Demokrasi Terpimpin memengaruhi hubungan Hamka dengan Presiden Soekarno. Usai Masyumi dibubarkan sesuai Dekret Presiden 5 Juli 1959, Hamka menerbitkan Panji Masyarakat yang berumur pendek, karena dibredel oleh Soekarno setelah menurunkan tulisan mantan wakil presiden Hatta berjudul "Demokrasi Kita". Seiring meluasnya pengaruh komunisme di Indonesia, Hamka diserang oleh organisasi kebudayaan Lekra. Tuduhan melakukan gerakan subversif membuat Hamka diciduk dari rumahnya ke tahanan Sukabumi pada 1964. Dalam keadaan sakit sebagai tahanan, ia merampungkan Tafsir Al-Azhar.
Hamka bebas pada Mei 1966 menjelang berakhirnya kekuasaan Soekarno. Pada masa Orde Baru Soeharto, ia mencurahkan waktunya membangun kegiatan dakwah di Masjid Agung Al-Azhar serta berceramah di Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI). Ketika pemerintah menjajaki pembentukan Majelis Ulama Indonesia pada 1975, peserta musyawarah memilih dirinya secara aklamasi sebagai ketua. Namun, Hamka memilih meletakkan jabatannya pada 19 Mei 1981, menanggapi tekanan Menteri Agama Alamsjah Ratoe Perwiranegara untuk menarik fatwa haram MUI atas perayaan Natal bersama bagi umat Muslim. Ia meninggal pada 24 Juli 1981 dan jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.