Daftar Acara Televisi:
Centang Dua, yang merupakan singkatan dari Cek Aura Bintang dan Suara adalah sebuah acara realitas musik yang tayang di MNCTV mulai 4 Juli 2022. Acara yang dipandu oleh Vega Darwanti dan para alumni Kontes Dangdut Indonesia secara bergantian ini menghadirkan juri Inul Daratista, Iis Dahlia, dan Mama Ella.Para alumni KDI akan menjadi promotor untuk mengajukan calon bintang dihadapan dua mega bintang untuk dinilai. Eksplorasi dari masing-masing calon bintang yang dibawa oleh para alumni KDI bisa berupa dari sisi bakat, kemampuan vokal, keunikan, dan lain-lain.
Centang Dua akan menjadi ajang pencarian bakat musik yang berbeda karena di deretan juri ada ahli pembaca aura yang juga seorang indigo, dalam hal ini Mama Ella yang akan memberikan masukan dari sisi aura dan kepribadian untuk penggalian lebih dalam. Para bintang juga akan dibaca auranya.
Setiap episode memperebutkan hadiah uang tunai untuk calon bintang terbaik dan kesempatan meraih tiket sakti menuju Kontes Dangdut Indonesia 2022 apabila dinilai spesial dan berpotensi oleh para juri.
Benyamin Si Abunawas adalah film Indonesia tahun 1974 dengan disutradarai oleh Fritz G. Schadt dan dibintangi oleh Benyamin S dan Ida Royani.
Emak Gue Jawara adalah sinetron Indonesia produksi MNC Pictures yang ditayangkan perdana 7 Agustus 2023 pukul 15.00 WIB di MNCTV. Sinetron ini disutradarai oleh Cuk FK dan Bobby Herlambang serta dibintangi oleh Cut Meyriska, Yafi Tesa, dan Abirama Putra. Jika dilihat dari judulnya, sinetron ini terinspirasi dari sebuah sinetron yang pernah ditayangkan di MNCTV (dahulu bernama TPI), dengan nama "Emak Gue Jagoan" yang diproduksi oleh Starvision Plus.
Menumpas Teroris adalah film laga Indonesia yang dirilis tahun 1986.
Sunan Muria adalah Ulama yang termasuk dalam anggota dewan Wali Songo. Nama lahirnya adalah Umar Said. Ia adalah putra Sunan Kalijaga dan Dewi Saroh binti Maulana Ishaq.Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung Muria), yang terletak di sebelah utara kota Kudus, Jawa Tengah, tempat Sunan Muria dimakamkan. Sunan Muria wafat pada tahun 1560 M.
Di dalam tradisi penulisan tembang, Sunan Muria dianggap sebagai pencipta tembang-tembang cilik (sekar alit) jenis Sinom dan Kinanthi.
Sunan Muria menjalankan dakwah melalui pendekatan budaya. Dalam seni pewayangan, misal, Sunan Muria diketahui suka menggelar sejumlah lakon carangan pertunjukan wayang gubahan Sunan Kalijaga, seperti : Dewa Ruci, Dewa Srani, Jamus Kalimasada, Begawan Ciptaning, Semar Ambarang Jantur, dan sebagainya.
Melalui media pertunjukan wayang, Sunan Muria memberikan penerangan-penerangan kepada masyarakat tentang berbagai hal dalam kaitan dengan tauhid. Dengan pendekatan lewat pertunjukan wayang, tembang-tembang, tradisi-tradisi lama, dan praktik-praktik keagamaan lama yang sudah diislamkan, Sunan Muria berhasil mengembangkan dakwah Islam di daerah Jepara, Tayu, Juwana, bahkan sekitar Kudus.
Sumber versi catatan sejarah menyebutkan asal usul Sunan Muria sebagai anak kandung dari sunan ngudung/sunan mandalika sangat tidak sesuai karena bukti kebenaran otentik dewi sujinah istri sunan muria adalah putri dari Sunan Ngudung "Raden Usman Haji" bin As-Sayyid Ali Murtadho Sunan Gisik kakak sunan ampel