Daftar Acara Televisi:
Lima Sahabat adalah film Indonesia tahun 1981 dengan disutradarai oleh CM Nas dan dibintangi oleh Septian Dwi Cahyo dan Benyamin S. Ini merupakan salah satu dari 5 film yang dibiayai oleh Dewan Film Nasional 1981-1982. Empat film lainnya adalah "Halimun (film)", "Sorta", "Titian Serambut Dibelah Tujuh", dan "Peristiwa Don Muang", yang terakhir tidak selesai.
Minute to Win It Indonesia merupakan acara kuis Indonesia berdasarkan acara televisi di Amerika Serikat, Minute to Win It yang dibuat dan dirancang oleh Friday TV dan NBC Universal, dan merupakan acara kuis tersukses lebih dari 50 negara. Acara ini akan ditayangkan di stasiun MNCTV pada tahun 2017. Acara ini dibawakan oleh Andhika Pratama yang juga berprofesi sebagai aktor Indonesia.
Ishq Ka Rang Safed (bahasa Inggris: White Is The Color Of Love) adalah serial drama televisi India yang ditayangkan perdana pada tanggal 10 Agustus 2015 di Colors TV and ended its run on 26 August 2016. dan berakhir pada tanggal 26 Agustus 2016. Pertunjukan tersebut menggambarkan kisah seorang janda muda, Dhaani, dan seorang anak laki-laki kaya, Viplav, yang jatuh cinta padanya dan menentang pandangan masyarakat ortodoks untuk menikahinya. Acara ini sangat banyak diterima oleh pemirsa di slot awal dan memberi persaingan ketat untuk Star Plus Suhani Si Ek Ladki. Namun penayangannya turun setelah perubahan konsep tersebut, namun tetap berlanjut sebagai pemimpin slot hingga keluar dari aktris utama Eisha Singh.
Rekha Bhardwaj kembali merekam konten dari albumnya 2011 Kabir Chaura Sufi Chaura untuk pertunjukan tersebut.
MNCTV (sebelumnya bernama TPI) adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial nasional di Indonesia. Namanya yang sekarang dipergunakan sejak 20 Oktober 2010.
MNCTV merupakan stasiun televisi swasta ketiga di Indonesia setelah RCTI dan SCTV. MNCTV didirikan oleh Mbak Tutut dan dulu sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Cipta Lamtoro Gung Persada.
MNCTV pernah menayangkan acara olahraga seperti F1, WWE SmackDown!, Serie A, Eredivisie, Piala AFF dan UEFA Euro 2008 (bersama RCTI dan GTV). Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2010, MNCTV tidak menyiarkan acara olahraga. Namun, pada tahun 2010 hingga 2013, MNCTV kembali menyiarkan acara olahraga dengan menyiarkan Liga Utama Inggris bersama GTV, dan kembali lagi menyiarkan liga tersebut untuk musim 20162017 bersama RCTI hingga 3 tahun ke depan.
Pada tahun 2011, MNCTV juga memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia bersama RCTI dan GTV dan SEA Games 2011.
Pada tahun 2014, MNCTV juga menyiarkan Liga Super Indonesia bersama RCTI dan GTV.
Sejak musim 2016. MNCTV menyiarkan Liga Futsal Profesional Indonesia bersama iNews.
Mahkota Mayangkara adalah judul sebuah sandiwara radio yang sangat legendaris yang merupakan sekuel kedua lanjutan Tutur Tinular karya S. Tidjab. Suatu kisah dengan latar belakang sejarah Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Prabu Jayanagara, di mana pada akhirnya terjadi pemberontakan Ra Kuti yang berhasil ditumpas oleh Gajah Mada.
Sandiwara radio ini pertama kali mulai disiarkan pada 1 Januari 1990 bertepatan dengan Tahun Baru 1990 dari tanggal 31 Desember 1989 dan dipancarluaskan lebih dari 512 pemancar stasiun radio (AM dan FM) di seluruh Indonesia, yang tergabung dalam Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia PRSSNI. Pada tahun 2002, Sandiwara radio Tutur Tinular disiarkan ulang di salah satu radio yang ada di Kota Yogyakarta, yaitu Radio MBS FM dan 95.4 Mhz Radio Yasika FM. Tidak hanya itu, bahkan hingga pada bulan Januari 2012, tercatat masih ada beberapa stasiun radio yang menyiarkannya kembali seperti; 103,3 Mhz Radio Karimata FM, Pamekasan, Madura, 95.6 FM Radio Bintang Tenggara, Banyuwangi, dan 95,2 FM Radio Oisvira, Sumbawa, Radio Istana FM Bojonegoro, Jawa Timur, Radio Patria FM Blitar, Jawa Timur. Disamping itu beberapa situs online juga masih ada yang memperdengarkan sandiwara radio ini secara live streaming, di antaranya adalah Radio Streaming Asdisuara Jakarta, milik Asdi Suhastra,.
Mahkota Mayangkara sendiri berasal dari kata "Mahkota", "Mayang" dan "Angkara". Secara harfiah "Mahkota" berarti hiasan kepala atau songkok kebesaran Raja, sedangkan "Mayang" diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti semu, kemudian "Angkara" yang berarti Kebengisan atau kekejaman.
Jadi secara umum Mahkota Mayangkara bisa di artikan sebagai sebuah kekuasaan yang bersifat semu atau sementara yang dicapai dengan penuh angkara dan pertumpahan darah.