Daftar Acara Televisi:
Dimsum Martabak adalah sebuah film Indonesia tahun 2018 garapan Andreas Sullivan dan diproduseri oleh Raffi Ahmad. Film tersebut mengisahkan tentang Mona (Ayu Ting Ting)yang bekerja sebagai pegawai Koh Ah Yong (Chew Kin Wah) di restoran masakan Tionghoa, the KING'S, yang menyajikan Dimsum sebagai menu utamanya. Namun, istri kedua Koh Ah Yong cemburu buta, curiga Mona menjadi pelakor rumah tangganya dan akhirnya Mona dipecat. Terpaksa Mona harus mencari pekerjaan lain karena sejak ayahnya meninggal, Mona menjadi tulang punggung keluarga, Apalagi ibu Mona (Meriam Bellina) sakit dan adik perempuannya masih kuliah.
Film tersebut juga dibintangi oleh Olga Lydia, Boy William, Muhadkly Acho, Denira Wiraguna dan Popon Kerok dan mengambil gambar di Australia. Film tersebut hanya meraup 328.271 penonton. Film tersebut juga merupakan film debut Ayu Ting Ting.
Salim, yang dikenal sebagai Limbad (lahir 6 Juli 1972) adalah seorang pesulap dan aktor berkebangsaan Indonesia. Limbad mengawali kariernya sebagai pesulap pada tahun 1999.
Popularitasnya semakin menanjak semenjak ia dinobatkan sebagai Master Magician dalam acara The Master yang ditayangkan oleh RCTI. Di setiap penampilannya, Limbad konsisten dengan alirannya, faqir magic, yakni sebuah aliran yang selalu menampilkan adegan-adegan yang terkesan berbahaya dan memancing ketegangan.
Atraksi-atraksi yang disuguhkannya, diadaptasi dari Criss Angel dalam acara yang berjudul Criss Angel Mindfreak. Bukti nyatanya adalah atraksi dilindas buldoser dan saat digantung dengan helikopter. Atraksi tersebut telah ditayangkan di sebuah stasiun TV Amerika Serikat dalam Criss Angel Mindfreak Musim 3 pada tahun 2007.
I Can See Your Voice Indonesia adalah sebuah acara permainan musik misteri Indonesia yang ditayangkan di MNCTV. Format ini didasarkan pada pertunjukan waralaba permainan musik misteri internasional yang berasal dari Korea Selatan.
Mas Karèbèt atau sering disebut Jaka/Joko Tingkir adalah seorang pendiri sekaligus sultan atau raja pertama dari kesultanan atau kerajaan Pajang yang memerintah dari tahun 1568-1582 dengan bergelar Sultan Adiwijaya atau Hadiwijaya. Nama aslinya adalah Mas Karèbèt, Lahir pada tanggal 18 Jumadilakhir tahun Dal mangsa VIII menjelang subuh. Diberi nama "Mas Karebet" karena ketika dilahirkan, ayahnya Ki Kebo Kenanga dari Pengging Ki Ageng Pengging sedang menggelar pertunjukan wayang beber dan dalangnya adalah Ki Ageng Tingkir. Namun suara wayang yang "kemebret" tertiup angin membuat bayi itu diberi nama "Mas Karebet". Kedua ki ageng ini adalah murid Syekh Siti Jenar. Sepulang dari mendalang, Ki Ageng Tingkir jatuh sakit dan meninggal dunia. Sepuluh tahun kemudian, Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh memberontak terhadap Kerajaan Demak. Sebagai pelaksana hukuman ialah Sunan Kudus. Setelah kematian suaminya, Nyai Ageng Pengging jatuh sakit dan meninggal pula. Sejak itu, Mas Karebet diambil sebagai anak angkat Nyai Ageng Tingkir (janda Ki Ageng Tingkir) sejak saat itu masa remajanya lebih dikenal dengan nama "Jaka Tingkir".
Mas Karebet gemar bertapa, berlatih bela diri dan kesaktian, sehingga tumbuh menjadi pemuda yang tangguh, tampan dan dijuluki Jaka Tingkir. Guru pertamanya adalah Kebo Kenongo (Ki Ageng Pengging) ayahnya sendiri dan Muhammad Kabungsuan (Ki Ageng Pengging sepuh) kakek Adiwijaya. Ki Ageng Pengging Sepuh ini adalah anak bungsu dari Syeikh Jumadil Kubro, tapi jalur spiritualnya menuju ke Syeikh Siti Jenar. Selain ayah dan Kakek, ia juga belajar dengan kakek dari Ibu, yaitu Sunan Kalijaga. Ia juga juga berguru pada Ki Ageng Sela, dan dipersaudarakan dengan ketiga cucu Ki Ageng Sela yaitu, Ki Juru Martani, Ki Ageng Pemanahan, dan Ki Panjawi. Disamping tampan dan jagoan, sayangnya pemuda Jaka Tingkir alias Mas Karebet ini juga sedikit 'nakal' alias mata keranjang. Jaka Tingkir kemudian berguru pada Ki Ageng Banyubiru atau Ki Kebo Kanigoro (saudara tua ayahnya / kakak mendiang ayahnya). Dalam perguruan ini ada murid yang lain, yaitu Mas Manca, Mas Wila, dan Ki Wuragil.
Nyi Roro Kidul (juga Nyai Roro Kidul atau Nyai Loro Kidul, Sunda: , Latin: Nyi Rara Kidul, bahasa Jawa: , translit. Nyai Rara Kidul, Bali: ) adalah sesosok roh atau dewi legendaris Indonesia yang sangat populer di kalangan masyarakat Pulau Jawa dan Bali. Tokoh ini dikenal sebagai Ratu Laut Selatan (Samudra Hindia) dan secara umum disamakan dengan Kanjeng Ratu Kidul, meskipun beberapa kalangan sebenarnya keduanya berbeda.Dalam mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping Telu yang mengisi alam kehidupan sebagai Dewi Padi (Dewi Sri) dan dewi alam yang lain. Sedangkan Nyi Rara Kidul mulanya merupakan putri Kerajaan Sunda yang diusir ayahnya karena ulah ibu tirinya. Dalam perkembangannya, masyarakat cenderung menyamakan Nyi Rara Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul, meskipun dalam kepercayaan Kejawen, Nyi Rara Kidul adalah bawahan setia Kanjeng Ratu Kidul.Kedudukan Nyai Loro Kidul sebagai Ratu-Lelembut tanah Jawa menjadi motif populer dalam cerita rakyat dan mitologi, selain juga dihubungkan dengan kecantikan putri-putri Sunda.