Daftar Acara Televisi:
Target tembak adalah obyek dalam berbagai bentuk yang dipakai untuk menembak pistol, senapan, bedil dan olahraga tembak lainnya, serta dalam panah lempar, panahan target, busur silang, dan olahraga terkait non-senjata api lainnya. Pusatnya seringkali disebut mata banteng. Target dapat terbuat dari kertas, karet atau baja.
Kompas adalah alat navigasi untuk menentukan arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.
Kompas magnetik pertama kali ditemukan sebagai perlengkapan untuk ramalan pada awal Dinasti Han Tiongkok (sejak sekitar 206 SM), dan kemudian diadopsi untuk navigasi oleh Dinasti Song selama abad ke-11. Penggunaan pertama kompas tercatat di Eropa Barat dan Persia terjadi sekitar awal abad ke-13.Penemuan bahwa jarum magnetik selalu mengarah ke utara dan selatan terjadi di Tiongkok dan diuraikan dalam buku Loven Heng. Pada abad kesembilan, orang Tiongkok telah mengembangkan kompas berupa jarum yang mengambang dan jarum yang berputar. Pelaut Persia memperoleh kompas dari orang Tiongkok dan kemudian memperdagangkannya. Tetapi baru pada tahun 1877 orang Inggris, William Thomson, 1st Baron Kelvin(Lord Kelvin) membuat kompas yang dapat diterima oleh semua negara. Dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang timbul dari deviasi magnetik karena meningkatnya penggunaan besi dalam arsitektur kapal.
Alat apa pun yang memiliki batang atau jarum magnetis yang bebas bergerak menunjuk arah utara magnetis dari magnetosfer sebuah planet sudah bisa dianggap sebagai kompas. Kompas jam adalah kompas yang dilengkapi dengan jam matahari. Kompas variasi adalah alat khusus berstruktur rapuh yang digunakan dengan cara mengamati variasi pergerakan jarum. Girokompas digunakan untuk menentukan utara sejati.
Lokasi magnet di Kutub Utara selalu bergeser dari masa ke masa. Penelitian terakhir yang dilakukan oleh The Geological Survey of Canada melaporkan bahwa posisi magnet ini bergerak kira-kira 40 km per tahun ke arah barat laut.
Pekan dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Pasar tradisional, yaitu tempat jual beli yang dengan metode tawar-menawar.
Kota pasar, daerah di Eropa yang diberi hak untuk menggelar pasar
Minggu, adalah sebutan satuan waktu yang sepadan dengan tujuh hari. Sebagai sebutan hari ketujuh, hari Minggu disebut juga Ahad.
Pekan raya, yakni acara atau pertemuan yang dibuat untuk memperlombakan sesuatu di bidang olahraga, seni, dan sebagainya.
Summarecon Serpong merupakan salah satu kota mandiri yang terletak sekitar 21 Km di sebelah barat Jakarta, berada di daerah Tangerang. Summarecon Serpong dikembangkan oleh PT Summarecon Agung, perusahaan pengembang yang sebelumnya mengembangkan kawasan mandiri Kelapa Gading. Pada awalnya kawasan ini dikembangkan oleh Summarecon bekerja sama dengan Grup Keris, sejak tahun 1993, yang kemudian dikenal dengan nama Gading Serpong. Namun pada tahun 2004, masing-masing pihak memutuskan untuk mengembangkan kawasan Gading Serpong secara sendiri-sendiri, dengan porsi pembagian yang kurang lebih sama. Summarecon mengembangkan lahannya dengan nama "Summarecon Serpong", sedangkan sebagian lain lahannya dikembangkan oleh Paramount, dengan nama Paramount Land. Walaupun benama Summarecon Serpong, namun Kota Mandiri ini bukan terletak di Kecamatan Serpong maupun Kecamatan Serpong Utara melaikan di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Saksi Kunci adalah buku yang ditulis oleh Metta Dharmasaputra. Buku ini menceritakan liputan investigasi yang dilakukan Metta Dharmasaputra untuk mengungkapkan kasus manipulasi pajak yang dilakukan Asian Agri Group. Buku yang penulisannya membutuhkan waktu lebih dari enam tahun ini juga bercerita mengenai kisah nyata perburuan Vincentius Amin Sutanto yang menjadi whistleblower dalam kasus ini.
Buku ini sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul Key Witness.