Daftar Acara Televisi:
Kereta Api Terakhir adalah film Indonesia tahun 1981 dengan disutradarai oleh Mochtar Soemodimedjo dan dibintangi oleh Deddy Sutomo dan Gito Rollies. Film ini diadaptasi dari novel Kereta Api Terakhir ke Jogjakarta: Roman Revolusi '45 karya Pandir Kelana.
Labuan Bajo dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Labuan Bajo, Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur
Labuan Bajo, Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Serangan Fajar adalah film semi-dokumenter drama perang Indonesia pada tahun 1982 yang disutradarai oleh Arifin C. Noer. Film yang mengambil latar belakang kejadian sejarah, tetapi dengan kemasan kisah fiktif seorang bocah yang menjadi tokoh sentral bernama Temon.
Imsak adalah penanda waktu antara sahur dan sebelum masuk waktu subuh atau fajar yang berdurasi sekitar 10 menit. Akan tetapi, istilah ini hanya dikenal di kawasan Asia Tenggara saja, khususnya Indonesia. Penanda waktu ini digunakan di hampir sebagian besar wilayah di Indonesia. Pada waktu imsak, seorang muslim yang tengah melaksanakan sahur harus segera menghentikan aktivitas makan dan minumnya. Hal ini karena waktu subuh sudah dekat dan puasa akan segera dimulai.
Lebih lanjut, secara harfiah, imsak dapat diartikan sebagai menahan atau memelihara. Sementara secara istilah, imsak umumnya dipahami sebagai waktu untuk berhenti makan sahur agar tidak terlewat hingga masuk waktu Subuh. Istilah ini tidak ada pada masa Nabi Muhammad Saw. Dengan demikian, tidak ada ayat Al Quran yang menjelaskan secara rinci mengenai imsak dan penentuan waktunya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), imsak didefinisikan saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum, mulai dari terbit fajar sadik sampai datang waktu berbuka. Imsak memiliki beberapa konsep di Indonesia seperti mulai menahan diri lebih awal sebelum terbitnya fajar, memulai untuk berhenti makan sahur agar tidak terlewat hingga masuk waktu salat Subuh, atau secara khusus adalah rentang waktu sepuluh menit sebelum Subuh sebagai tanda untuk berhenti makan sahur. Di Indonesia, masuknya waktu imsak sering ditandai dengan adanya bunyi sirene, pengucapan kata imsak secara berulang atau pembacaan ayat Al-Quran dan bunyi tertentu melalui pengeras suara yang berasal dari masjid, musala, langgar, maupun surau. Bunyi ini menjadi penanda bahwa waktu sahur telah usai.
Operasi Trisula merupakan operasi yang dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia dalam rangka menumpas sisa-sisa Gerakan 30 September yang melarikan diri di daerah Blitar Selatan. Daerah Blitar Selatan ini sangat strategis sebagai tempat persembunyian dan berkumpulnya gembong-gembong PKI, karena daerah tersebut berupa tebing-tebing yang curam dan perbukitan yang sulit untuk dijangkau oleh pasukan darat. Untuk melaksanakan operasi tersebut Panglima Komando Daerah Militer VIII/Brawijaya membentuk Komando Satuan Tugas Operasi yang bernama Satgas Trisula pada tanggal 25 Mei 1968 dengan daerah operasi Blitar Selatan, Malang Selatan dan Tulungagung dengan tujuan untuk menumpas sisa-sisa pemberontakan G30S/PKI.
Pada tanggal 15 April 1968, tim intel Yonif 511/Dibyatara Yudha menangkap Letkol Inf Pratomo, mantan Dandim 0601/Pandegelang periode 1964-1965 di daerah Bakung, Kabupaten Blitar. Dari keterangannya diperoleh informasi-informasi mengenai Ruba (Ruang Bawah Tanah) di Blitar Selatan dan bentuk-bentuk organisasi PKI maupun komposisi personalia. Dari beberapa hasil yang diperoleh tim intelejen, informasi tersebut sangat berharga bagi peningkatan evaluasi maupun perkiraan intel untuk kepentingan operasi selanjutnya. Sebagai tindak lanjut dari langkah pertama ABRI, hasil perumusan Kodam VIII/Brawijaya atas evaluasi pelaksanaan PRINOP 01/02/1968 dituangkan dalam konsep operasi menjadi PRINOP 02/05/1968 Danrem 081/Dhirotsaha Jaya, yang intinya sebagai berikut : Sasaran khusus penghancuran proyek basis PKI Blitar Selatan.
Menggunakan dua Kompi Intai BRIGIF LINUD untuk operasi penjajagan sebagai tahap pertama di daerah segitiga SMN (Suruhwadang - Maron - Ngeni) yang merupakan desa-desa proyek mutlak PKI.
Menggunakan satuan-satuan tempur Infanteri, Yonif 511/Dibyatara Yudha, Yonif 521/Dadaha Yudha dan bantuan hansip/wanra Blitar Selatan dan Tulungagung sebagai pasukan penutup.
Mengembalikan/mengamankan kewibawaan pemerintah dengan cara menempatkan care taker pamong desa ABRI di Blitar Selatan.
Pos komando operasi bertempat di Kademangan.