Daftar Acara Televisi:
Hidrogen (1H) memiliki tiga isotop alami, kadang-kadang dilambangkan dengan 1H, 2H, dan 3H. 1H dan 2H adalah isotop stabil, sedangkan 3H adalah radioisotop dengan waktu paruh 12,32(2) tahun. Isotop yang lebih berat juga ada, semuanya sintetis dan memiliki waktu paruh kurang dari satu zeptodetik (1021 detik).
Dari mereka semua, 5H adalah yang paling tidak stabil, sedangkan 7H adalah yang paling stabil.
Hidrogen adalah satu-satunya unsur yang isotopnya memiliki nama berbeda yang tetap umum digunakan saat ini: isotop 2H (atau hidrogen-2) bernama deuterium dan 3H (atau hidrogen-3) bernama tritium. Lambang D dan T terkadang digunakan untuk deuterium dan tritium. IUPAC menerima lambang D dan T, tetapi merekomendasikan penggunaan lambang isotop standar (2H dan 3H) sebagai gantinya untuk menghindari kebingungan dalam pengurutan abjad rumus kimia. Isotop 1H, yang tidak memiliki neutron, kadang-kadang disebut protium. (Selama studi awal tentang radioaktivitas, beberapa isotop radioaktif berat lainnya diberi nama, tetapi nama seperti itu jarang digunakan saat ini.)
Komando (secara etimologi berasal dari bahasa Latin commandare, yang berarti memerintahkan) adalah kombatan, operasi elit infantri ringan atau pasukan operasi khusus dengan menggunakan teknik operasi khusus.
Awalnya "komando" adalah jenis unit tempur, kebalikan dengan individu di unit itu. Dalam bahasa lain, commando dan kommando menunjukkan arti "memerintah", termasuk dalam pengertian militer atau unit operasi khusus elit.
Di banyak negara dan jajaran militer sendiri, pasukan komando berbeda dengan yang lainnya karena mereka spesialisasi dalam target bernilai tinggi yang tidak konvensional. Namun, istilah komando kadang-kadang digunakan dalam kaitannya dengan unit yang melakukan tugas-tugas terakhir (termasuk beberapa unit polisi sipil). Komando berbeda dari jenis pasukan khusus lainnya yang beroperasi dalam pertempuran terbuka, garis depan pengintaian dan penyerbuan, bukan pengintaian jarak jauh dan perang tidak konvensional.
Dalam bahasa Inggris, untuk membedakan antara komando individu dan unit komando, kadang-kadang Unit Komando ditulis dengan huruf besar.
Yapen dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Pulau Yapen, pulau di Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, Indonesia
Kabupaten Kepulauan Yapen, kabupaten di Provinsi Papua
Bahasa Yapen, sekelompok 2 bahasa dari rumpun bahasa Papua Barat.
Djakarta 1966 adalah film dokumenter drama tahun 1989 dari Indonesia yang disutradarai oleh Arifin C. Noer dan dibintangi oleh Amoroso Katamsi dan Umar Kayam. Film ini diproduksi oleh studio PPFN milik negara, dan dimaksudkan sebagai sekuel dari film Pengkhianatan G 30 S PKI. Kayam dan Katamsi kembali mengambil peran mereka dalam film sekuel ini setelah memerankan peran yang sama dalam film Pengkhianatan G 30 S PKI. Film ini memenangkan tujuh penghargaan di Festival Film Bandung 1989.Film ini menceritakan kronologi lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret tahun 1966 berdasarkan versi pemerintahan Orde Baru. Dalam keadaan negara yang genting pasca peristiwa Gerakan 30 September, Presiden Soekarno memberikan wewenang kepada Letjen Soeharto berupa Supersemar. Kopi film 35 mm film ini dapat diakses dari Koleksi Sinematek Indonesia.
Operasi Trisula merupakan operasi yang dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia dalam rangka menumpas sisa-sisa Gerakan 30 September yang melarikan diri di daerah Blitar Selatan. Daerah Blitar Selatan ini sangat strategis sebagai tempat persembunyian dan berkumpulnya gembong-gembong PKI, karena daerah tersebut berupa tebing-tebing yang curam dan perbukitan yang sulit untuk dijangkau oleh pasukan darat. Untuk melaksanakan operasi tersebut Panglima Komando Daerah Militer VIII/Brawijaya membentuk Komando Satuan Tugas Operasi yang bernama Satgas Trisula pada tanggal 25 Mei 1968 dengan daerah operasi Blitar Selatan, Malang Selatan dan Tulungagung dengan tujuan untuk menumpas sisa-sisa pemberontakan G30S/PKI.
Pada tanggal 15 April 1968, tim intel Yonif 511/Dibyatara Yudha menangkap Letkol Inf Pratomo, mantan Dandim 0601/Pandegelang periode 1964-1965 di daerah Bakung, Kabupaten Blitar. Dari keterangannya diperoleh informasi-informasi mengenai Ruba (Ruang Bawah Tanah) di Blitar Selatan dan bentuk-bentuk organisasi PKI maupun komposisi personalia. Dari beberapa hasil yang diperoleh tim intelejen, informasi tersebut sangat berharga bagi peningkatan evaluasi maupun perkiraan intel untuk kepentingan operasi selanjutnya. Sebagai tindak lanjut dari langkah pertama ABRI, hasil perumusan Kodam VIII/Brawijaya atas evaluasi pelaksanaan PRINOP 01/02/1968 dituangkan dalam konsep operasi menjadi PRINOP 02/05/1968 Danrem 081/Dhirotsaha Jaya, yang intinya sebagai berikut : Sasaran khusus penghancuran proyek basis PKI Blitar Selatan.
Menggunakan dua Kompi Intai BRIGIF LINUD untuk operasi penjajagan sebagai tahap pertama di daerah segitiga SMN (Suruhwadang - Maron - Ngeni) yang merupakan desa-desa proyek mutlak PKI.
Menggunakan satuan-satuan tempur Infanteri, Yonif 511/Dibyatara Yudha, Yonif 521/Dadaha Yudha dan bantuan hansip/wanra Blitar Selatan dan Tulungagung sebagai pasukan penutup.
Mengembalikan/mengamankan kewibawaan pemerintah dengan cara menempatkan care taker pamong desa ABRI di Blitar Selatan.
Pos komando operasi bertempat di Kademangan.