Daftar Acara Televisi:
Malaikat Kecil adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 8 Oktober 2015. Film ini dibintangi oleh Dwi Sasono dan Tika Bravani.
Morning Update adalah sebuah program gelar wicara dan berita yang tayang di iNews mulai 30 Agustus 2021. Program ini menyajikan informasi seputar berita terkini, dunia selebriti, viral, tips dan gaya hidup. Morning Update hadir Senin sampai Jumat, dipandu oleh Akhmad Fadli, Haifa Nafisa, Lutfi Agizal serta Crystal Oceanie secara santai dan ringan, dengan menghadirkan bintang tamu dan narasumber sesuai dengan pembahasan yang disajikan di setiap episodenya. Beberapa narasumber penting pun siap dihadirkan langsung ke studio ataupun interaktif.
Operasi Trisula merupakan operasi yang dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia dalam rangka menumpas sisa-sisa Gerakan 30 September yang melarikan diri di daerah Blitar Selatan. Daerah Blitar Selatan ini sangat strategis sebagai tempat persembunyian dan berkumpulnya gembong-gembong PKI, karena daerah tersebut berupa tebing-tebing yang curam dan perbukitan yang sulit untuk dijangkau oleh pasukan darat. Untuk melaksanakan operasi tersebut Panglima Komando Daerah Militer VIII/Brawijaya membentuk Komando Satuan Tugas Operasi yang bernama Satgas Trisula pada tanggal 25 Mei 1968 dengan daerah operasi Blitar Selatan, Malang Selatan dan Tulungagung dengan tujuan untuk menumpas sisa-sisa pemberontakan G30S/PKI.
Pada tanggal 15 April 1968, tim intel Yonif 511/Dibyatara Yudha menangkap Letkol Inf Pratomo, mantan Dandim 0601/Pandegelang periode 1964-1965 di daerah Bakung, Kabupaten Blitar. Dari keterangannya diperoleh informasi-informasi mengenai Ruba (Ruang Bawah Tanah) di Blitar Selatan dan bentuk-bentuk organisasi PKI maupun komposisi personalia. Dari beberapa hasil yang diperoleh tim intelejen, informasi tersebut sangat berharga bagi peningkatan evaluasi maupun perkiraan intel untuk kepentingan operasi selanjutnya. Sebagai tindak lanjut dari langkah pertama ABRI, hasil perumusan Kodam VIII/Brawijaya atas evaluasi pelaksanaan PRINOP 01/02/1968 dituangkan dalam konsep operasi menjadi PRINOP 02/05/1968 Danrem 081/Dhirotsaha Jaya, yang intinya sebagai berikut : Sasaran khusus penghancuran proyek basis PKI Blitar Selatan.
Menggunakan dua Kompi Intai BRIGIF LINUD untuk operasi penjajagan sebagai tahap pertama di daerah segitiga SMN (Suruhwadang - Maron - Ngeni) yang merupakan desa-desa proyek mutlak PKI.
Menggunakan satuan-satuan tempur Infanteri, Yonif 511/Dibyatara Yudha, Yonif 521/Dadaha Yudha dan bantuan hansip/wanra Blitar Selatan dan Tulungagung sebagai pasukan penutup.
Mengembalikan/mengamankan kewibawaan pemerintah dengan cara menempatkan care taker pamong desa ABRI di Blitar Selatan.
Pos komando operasi bertempat di Kademangan.
Jeddah adalah kota pelabuhan utama di Arab Saudi baik pelabuhan laut maupun pelabuhan udara. Terletak di tepi Laut Merah dan sebagaimana kota-kota lainnya di Arab Saudi, Jeddah memiliki iklim gurun.
Jeddah sebelumnya hanyalah sebagai desa nelayan pada 2500 tahun yang lalu. Didirikan pada tahun 647 M oleh Khalifah Utsman bin Affan yang akhirnya digunakan sebagai pelabuhan untuk kepentingan jamaah haji terutama pada masa-masa perjalanan jamaah haji dilakukan melaui laut, bukan melalui udara seperti sekarang ini.
Sebagai kota dagang, Jeddah memiliki fasilitas kota yang cukup memadai. Pelabuhan lautnya merupakan pelabuhan utama yang merupakan sentral perdagangan menuju berbagai negara khususnya negara-negara di pesisir timur Afrika, serta Yaman. Pelabuhannya merupakan pelabuhan bebas.
Di Jeddah terdapat Bandar udara yang cukup terkenal yakni Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz yang memiliki tingkat kesibukan tinggi terutama pada musim haji. Selain digunakan untuk melayani penerbangan haji, bandara Jeddah digunakan untuk kepentingan komersial biasa selain Dammam dan Riyadh.
Belum jelas asal usul Jeddah, tetapi dari sumber sumber yang umumnya dibawa oleh jamaah haji, kata Jeddah berasal dari kata dalam bahasa Arab Jaddah yang berarti "nenek", sebab disana ada makam yang diyakini sebagai makam Hawa istri Nabi Adam yang merupakan nenek moyang manusia. Sumber lain mengatakan bahwa Jeddah berasal dari kata Jiddah dalam bahasa Arab yang berarti lepas pantai.
Imsak adalah penanda waktu antara sahur dan sebelum masuk waktu subuh atau fajar yang berdurasi sekitar 10 menit. Akan tetapi, istilah ini hanya dikenal di kawasan Asia Tenggara saja, khususnya Indonesia. Penanda waktu ini digunakan di hampir sebagian besar wilayah di Indonesia. Pada waktu imsak, seorang muslim yang tengah melaksanakan sahur harus segera menghentikan aktivitas makan dan minumnya. Hal ini karena waktu subuh sudah dekat dan puasa akan segera dimulai.
Lebih lanjut, secara harfiah, imsak dapat diartikan sebagai menahan atau memelihara. Sementara secara istilah, imsak umumnya dipahami sebagai waktu untuk berhenti makan sahur agar tidak terlewat hingga masuk waktu Subuh. Istilah ini tidak ada pada masa Nabi Muhammad Saw. Dengan demikian, tidak ada ayat Al Quran yang menjelaskan secara rinci mengenai imsak dan penentuan waktunya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), imsak didefinisikan saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum, mulai dari terbit fajar sadik sampai datang waktu berbuka. Imsak memiliki beberapa konsep di Indonesia seperti mulai menahan diri lebih awal sebelum terbitnya fajar, memulai untuk berhenti makan sahur agar tidak terlewat hingga masuk waktu salat Subuh, atau secara khusus adalah rentang waktu sepuluh menit sebelum Subuh sebagai tanda untuk berhenti makan sahur. Di Indonesia, masuknya waktu imsak sering ditandai dengan adanya bunyi sirene, pengucapan kata imsak secara berulang atau pembacaan ayat Al-Quran dan bunyi tertentu melalui pengeras suara yang berasal dari masjid, musala, langgar, maupun surau. Bunyi ini menjadi penanda bahwa waktu sahur telah usai.