Daftar Acara Televisi:
Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Semboyan negara ini menggambarkan kondisi Indonesia yang mempunyai banyak keragaman kemajemukan suku, budaya, adat dan agama namun tetap menjadi satu bangsa utuh. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan demikian sangat wajar apabila mempunyai banyak suku, agama, ras, dan antar golongan. Keragaman tersebut hidup saling menghormati dan menghargai dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kata bhinnêka berasal dari dua kata yang mengalami sandi, yaitu bhinna 'terpisah, berbeda' dan ika 'itu'. Kata tunggal berarti 'satu'. Secara harfiah, Bhinneka Tunggal Ika secara eksplisit dapat diartikan "Berbeda itu tetap satu", yang bermakna meskipun dalam aneka keberanekaragaman pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap merupakan satu kesatuan utuh nan kokoh. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam adat, istiadat dan budaya, serta bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan serta kepercayaan.
Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuno yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular sekitar abad ke-14, di bawah pemerintahan Raja Rjasanagara, yang juga dikenal sebagai Hayam Wuruk Maharaja ke-4 Majapahit yang memerintah tahun 13501389, Kakawin ini istimewa karena mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha.
Jack dapat merujuk ke:
Drunken Master (Kanton: ; Jyutping: Zeoi3 Kyun4; Pinyin: Zuì Quán; artinya bela diri mabuk) adalah sebuah film seni bela diri Hong Kong buatan tahun 1978 yang disutradarai oleh Yuen Woo-ping, dan menampilkan Jackie Chan, Yuen Siu-tien (alias Simon Yuen), dan Hwang Jang-lee. Film ini adalah film terlaris untuk Jackie Chan dalam daftar film box office di Hong Kong, menghasilkan dua setengah kali lipat jumlah yang dihasilkan oleh film sebelumnya, Snake in the Eagle's Shadow. Ini adalah salah satu contoh dari film komedi kung fu yang menjadikannya terkenal.
True Legend adalah sebuah film seni bela diri Tiongkok 2010 yang disutradarai oleh Yuen Woo-ping, dibintangi oleh Vincent Zhao, Zhou Xun, Jay Chou, Michelle Yeoh, Andy On, David Carradine, Guo Xiaodong, Feng Xiaogang, Cung Le, Gordon Liu, Bryan Leung dan Jacky Heung. Film tersebut adalah film pertama yang disutradarai oleh Yuen Woo-ping sejak Tai Chi Boxer pada 1996.
Film tersebut ditayangkan dalam bentuk 2D dan 3D, dan dipromosikan sebagai film 3-D Tiongkok pertama. Film tersebut dirilis di AS pada 13 Mei 2011 oleh perusahaan distribusi Indomina, dimana film tersebut mendapatkan kuntungan sebesar US$62,200 pada saat penayangannya.
Film tersebut adalah salah satu penampilan terakhir Carradine dan film tersebut dirilis secara anumerta.
Medan (Jawi: ; Surat Batak: ; Hanzi: ; Tamil: ) adalah ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar keempat di Indonesia setelah DKI Jakarta, Surabaya, dan Bandung serta kota terbesar di luar Pulau Jawa, sekaligus kota terbesar di Pulau Sumatra.
Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dengan keberadaan Pelabuhan Belawan dan Bandar Udara Internasional Kualanamu yang merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia. Akses dari pusat kota menuju pelabuhan dan bandara dilengkapi oleh jalan tol dan kereta api. Medan adalah kota pertama di Indonesia yang memiliki layanan khusus kereta api bandara. Berbatasan dengan Selat Malaka, Medan menjadi kota perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia. Pada tahun 2022, Kota Medan memiliki penduduk sebanyak 2.494.512 jiwa, dengan kepadatan penduduk 9.413 jiwa/km2.
Sejarah Medan berawal dari sebuah kampung yang didirikan oleh Guru Patimpus di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura. Hari jadi Kota Medan ditetapkan pada 1 Juli 1590. Selanjutnya pada tahun 1632, Medan dijadikan pusat pemerintahan Kesultanan Deli, sebuah kerajaan Melayu. Bangsa Eropa mulai menemukan Medan sejak kedatangan John Anderson dari Inggris pada tahun 1823. Peradaban di Medan terus berkembang hingga Pemerintah Hindia Belanda memberikan status kotapraja (gemeente) pada 1 April 1909 dan menjadikannya pusat pemerintahan Karesidenan Sumatra Timur. Memasuki abad ke-20, Medan menjadi kota yang penting di luar Pulau Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial membuka perusahaan perkebunan secara besar-besaran.
Menurut Bappenas, Medan adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Medan adalah kota multietnis yang penduduknya terdiri dari orang-orang dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda-beda. Selain Melayu dan Batak Karo sebagai penghuni awal, Medan didominasi oleh etnis Jawa, Batak, Tionghoa, dan Minangkabau. Mayoritas penduduk Medan bekerja di sektor perdagangan, sehingga banyak ditemukan ruko di berbagai sudut kota. Di samping kantor-kantor pemerintah provinsi, di Medan juga terdapat kantor-kantor konsulat dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, India, Jepang, Malaysia, dan Jerman.