Daftar Acara Televisi:
Liga Dangdut Indonesia 2020 adalah sebuah ajang pencarian bakat menyanyi dangdut musim ketiga dari Liga Dangdut Indonesia yang ditayangkan di Indosiar pada 15 Januari hingga 29 September 2020. Berhenti siaran karena situasi Covid-19 dan pada akhirnya pada 6 September kembali dilanjutkan dan menjadi musim yang pertama kalinya mengalami penundaan dan menjadi pencarian bakat terpanjang.Peserta yang akan menjadi pemenang akan mendapatkan kontrak dan lagu kemenangan dengan Trinity Optima Production dan management Stream Entertainment.
Liga Dangdut Indonesia adalah sebuah ajang pencarian bakat penyanyi dangdut di Indonesia yang diciptakan oleh Programming Indosiar. Produksi dilaksanakan oleh Indonesia Entertainmen Produksi (2018). Acara ini mulai ditayangkan di Indosiar pada tanggal 15 Januari 2018, dan merupakan ajang pencarian bakat musik terbesar yang mengumpulkan penyanyi dangdut bertalenta dari seluruh provinsi di Indonesia. Sesuai dengan tagline-nya "Seni Menyatukan", Liga Dangdut Indonesia bertujuan untuk mempersatukan Indonesia melalui musik dangdut. Maka dari itu, ajang ini akan mengadu talenta penyanyi dangdut terbaik dari 34 provinsi di Indonesia. Kemudian setiap kontestan juga akan menjadi duta dari daerahnya masing-masing yang berjuang demi memperebutkan satu tempat juara.Program ini merupakan gebrakan dari Indosiar untuk lebih memajukan musik dangdut menjadi lebih berkualitas lagi. Disisi lain, program ini juga menjadi ajang pemersatu seluruh provinsi Indonesia dalam balutan seni musik dan kompetisi. Seluruh peserta perwakilan tiap provinsi, atau disebut sebagai Duta Dangdut yang telah lolos seleksi audisi, dikirim ke Jakarta untuk diberikan pelatihan-pelatihan berupa koreografi, olah-vokal, aksi panggung, pelatihan kepribadian, dan tata busana oleh para ahli di bidangnya masing-masing, seperti Adibal Sahrul untuk pelatihan vokal, dan Dedi Puja untuk pelatihan koreografi. Total hadiah yang ditawarkan oleh ajang pencarian bakat adalah uang tunai sebesar Rp 1 miliar, yang akan dibagikan kepada tiga pemenang. Juara pertama LIDA mendapatkan uang tunai sebesar Rp 500 juta. Juara kedua mendapat Rp 300 juta dan juara ketiga mendapat Rp 200 juta.
Seluruh duta yang telah terpilih menjadi finalis mendapatkan penilaian dari beberapa dewan dangdut yang telah lama ada dalam industri musik dangdut Indonesia yaitu Inul Daratista, Nassar, Iyeth Bustami, Elvy Sukaesih, Soimah Pancawati, Rita Sugiarto, Zaskia Gotik, dan Nassar yang akan menilai performance para Duta Dangdut. Perancang busana kenamaan Indonesia, yaitu Samuel Watimena bertugas menilai penampilan busana para Duta Dangdut. Selain itu, Duta Dangdut juga dinilai oleh pemirsa dan para penggemarnya melalui dukungan SMS yang akan mempengaruhi kedudukan para peserta. Di tiap episode, peserta dengan nilai perolehan SMS terendah akan tersisih, sampai tersisa peserta dengan perolehan SMS tertinggi di babak Grand Final yang berhak menjadi juara.
Konser berasal dari bahasa Italia : concerto dan Latin : concertare yang artinya berjuang,berlomba dengan orang lain
Konser adalah suatu pertunjukan langsung, biasanya musik, di depan penonton. Musik dapat dimainkan oleh musikus tunggal, kadang disebut resital, atau suatu ensembel musik, seperti orkestra, paduan suara, atau grup musik. Konser dapat diadakan di berbagai jenis lokasi, termasuk pub, klub malam, rumah, lumbung, aula konser khusus, gedung serbaguna, dan bahkan stadion olahraga. Konser yang diadakan di suatu tempat yang sangat besar kadang disebut konser arena. Di manapun dilangsungkan, musisi biasanya tampil di atas suatu panggung. Sebelum meluasnya musik rekaman, konser merupakan satu-satunya kesempatan bagi seseorang untuk mendengarkan penampilan seorang musisi.
Untuk menonton suatu konser biasanya dikenakan biaya, walaupun banyak juga yang gratis. Acara konser memberikan keuntungan bagi musisi, pemilik tempat, dan pihak lain yang terlibat dalam suatu konser, atau pada beberapa kasus untuk konser amal. Tur konser adalah suatu rangkaian konser oleh seorang atau beberapa musisi yang dilakukan di beberapa kota atau lokasi.
Golden Memories adalah acara realitas dan ajang pencarian bakat untuk penyanyi lagu-lagu nostalgia di era 1980an sampai 1990an yang ditayangkan oleh Indosiar. Diciptakan oleh Sylvia Pontoh dan Tim Pencipta oleh Programming Indosiar. Produksi dilaksanakan oleh Tim Produksi Indosiar (2016) serta Indonesia Entertainmen Produksi (2017). Acara ini adalah acara pertama di Indonesia yang mengusung konsep bernyanyi lagu-lagu lawas dan sekaligus ajang reunian serta nostalgia untuk para alumni era 1980 sampai 1990an.Audisi dimulai sejak 11 Juni 2016 di kota-kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Ambon, Medan, dan Jakarta. Pada 18 Juli 2016 acara ini mulai mengudara di layar kaca, dan mulai menayangkan babak semi-final.
Berbeda dengan ajang pencarian bakat lain yang pada umumnya menggunakan sistem SMS vote, pada acara ini para jurilah yang bertugas untuk memilih dan menentukan pemenang. Juri yang berwenang diantaranya seperti Hetty Koes Endang, Iis Sugianto, Ikang Fawzi, Titi DJ (2017) dan Hedi Yunus (2016). Selain juri, terdapat komentator yang diberi tugas untuk memberikan saran dan kritik terhadap penampilan para peserta, mulai dari kualitas vokal sampai gaya berbusana, seperti Soimah Pancawati, Harvey Malaihollo, Samuel Wattimena, dan Ivan Gunawan.Pemenang ajang pencarian bakat ini berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 100 juta. Pemenang musim pertama adalah Selly yang berasal dari Ambon, Maluku. Sedangkan pemenang musim kedua adalah Vanda Hutagalung yang berasal dari Tapanuli Utara, Sumatra Utara.
Ong Bak (bahasa Thai: ; IPA: [obak]) adalah film aksi tahun 2003 dari Muang Thai. Film ini disutradarai oleh Prachya Pinkaew, dan menampilkan aksi koreografi tempur panggung oleh Panna Rittikrai dan dibintangi Tony Jaa. Ong-Bak menjadi film yang melambungkan nama Tony Jaa, yang membuatnya dipuji secara internasional sebagai bintang utama seni bela diri berikutnya. Tony Jaa kemudian selanjutnya membintangi film Tom-Yum-Goong (2005) dan menyutradarai sekuel Ong Bak, yaitu Ong Bak 2 (2008) dan Ong Bak 3 (2010).