Daftar Acara Televisi:
Baazigar (Combatant) adalah sebuah film thriller kejahatan Bollywood 1993 yang disutradarai oleh Abbas Mustan, film tersebut merupakan film thriller kontemporer tentang seorang pria muda yang berhenti ketika tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Awalnya, Salman Khan merupakan pilihan pertama untuk memainkan pemeran utama dalam film tersebut.
Phir Bhi Dil Hai Hindustani (Devanagari: , Nastaliq: , bahasa Indonesia: "Tapi Hati Masih India") adalah sebuah film drama-thriller Bollywood berbahasa Hindi produksi tahun 2000. Film ini disutradarai oleh Aziz Mirza dengan naskah tulisan Sanjay Chhel, Raaj Kumar Dahima, dan Manoj Lalwani. Film ini dibintangi Juhi Chawla, Shahrukh Khan, Johnny Lever, Paresh Rawal, dan masih banyak lagi.
Phir Bhi Dil Hai Hindustani berfokus pada perang media yang bertempur di ruang berita TV.
Film ini telah tinjauan yang beragam dari para kritikus dan penonton dan gagal di tempat penjualan karcis, meskipun itu film profil tinggi oleh sutradara Aziz Mirza, tidak bisa meniru kesuksesan film-film sebelumnya Yes Boss dan Raju Ban Gaya Gentleman miliki. Film ini hanya berhasil mengambil salah satu penghargaan - pada tahun 2001, Penghargaan untuk Keunggulan Teknis dari International Indian Film Academy Awards.
Break Ke Baad (bahasa Indonesia: Setelah Putus) adalah sebuah film komedi drama romansa remaja India tahun 2010 garapan Danish Aslam dan dibintangi oleh Deepika Padukone dan Imran Khan dalam peran-peran utama. Film tersebut diproduksi oleh Kunal Kohli di bawah label Kunal Kohli Productions.
Mardaani 2 (bahasa Indonesia: Pemberani 2) adalah sebuah film cerita seru berbahasa Hindi India 2019 garapan Gopi Puthran. Sebuah sekuel untuk Mardaani (2014), film tersebut menampilkan Rani Mukerji sebagai protagonis Shivani Shivaji Roy, seorang inspektur kepolisian yang memberantas kasus-kasus pemerkosaan, dan Vishal Jethwa sebagai antagonis Sunny.
Film tersebut berdasarkan pada sebuah kasus pemerkosaan empat wanita di Yamuna Expressway. Pengambilan gambar utamanya ditangani oleh Jishnu Bhattacharjee, dan dilakukan pada MaretOktober 2019 di Jaipur, Khopoli, Kota, Rajasthan, dan Mumbai. Film tersebut diproduseri oleh Aditya Chopra untuk spanduknya Yash Raj Films, dan Puthran menjadi penulisnya. Penyuntingan ditangani oleh Monisha R Baldawa, dan John Stewart Eduri menggubah skor latar belakangnya.
Mardaani 2 dirilis secara teatrikal pada 13 Desember 2019, dan meraih sambutan positif dari para krtiikus. Dibuat dengan anggaran sebesar 210 juta, film tersebut menghasilkan keuntungan sebesar 567 juta secara internasional. Film tersebut dinominasikan untuk tiga kategori; Aktris Terbaik (Mukerji), Debut Laki-laki Terbaik (Jethwa) dan Debut Sutradara Terbaik (Puthran); di Penghargaan Filmfare ke-65. Film tersebut direncanakan akan memiliki sebuah sekuel, Mardaani 3, dengan Mukerji yang mengulangi perannya.
Tawakal (Arab: ) atau tawakkul berarti mewakilkan atau menyerahkan. Dalam agama Islam, tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan.
Imam al-Ghazali merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut, "Tawakkal
ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan,
bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa
bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram.
Menurut Abu Zakaria Ansari, tawakkal ialah "keteguhan hati dalam menyerahkan
urusan kepada orang lain". Sifat yang demikian itu terjadi sesudah timbul
rasa percaya kepada orang yang diserahi urusan tadi. Artinya, ia betul-betul
mempunyai sifat amanah (terpercaya) terhadap apa yang diamanatkan dan ia
dapat memberikan rasa aman terhadap orang yang memberikan amanat tersebut.
Tawakkal adalah suatu sikap mental seorang yang merupakan hasil dari
keyakinannya yang bulat kepada Allah, karena di dalam tauhid ia diajari agar
meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan segala-galanya, pengetahuanNya
Maha Luas, Dia yang menguasai dan mengatur alam semesta ini. Keyakinan
inilah yang mendorongnya untuk menyerahkan segala persoalannya kepada Allah.
Hatinya tenang dan tenteram serta tidak ada rasa curiga, karena Allah Maha
Tahu dan Maha Bijaksana.
Sementara orang, ada yang salah paham dalam melakukan tawakkal. Dia enggan
berusaha dan bekerja, tetapi hanya menunggu. Orang semacam ini mempunyai
pemikiran, tidak perlu belajar, jika Allah menghendaki pandai tentu menjadi
orang pandai. Atau tidak perlu bekerja, jika Allah menghendaki menjadi orang
kaya tentulah kaya, dan seterusnya.
Semua itu sama saja dengan seorang yang sedang lapar perutnya, sekalipun ada
berbagai makanan, tetapi ia berpikir bahwa jika Allah menghendaki ia
kenyang, tentulah kenyang. Jika pendapat ini dpegang teguh pasti akan
menyengsarakan diri sendiri.
Menurut ajaran Islam, tawakkal itu adalah tumpuan terakhir dalam suatu usaha
atau perjuangan. Jadi arti tawakkal yang sebenarnya -- menurut ajaran Islam
-- ialah menyerah diri kepada Allah swt setelah berusaha keras dalam
berikhtiar dan bekerja sesuai dengan kemampuan dalam mengikuti sunnah Allah
yang Dia tetapkan.
Misalnya, seseorang yang meletakkan sepeda di muka rumah, setelah dikunci
rapat, barulah ia bertawakkal. Pada zaman Rasulullah saw ada seorang sahabat
yang meninggalkan untanya tanpa diikat lebih dahulu. Ketika ditanya, mengapa
tidak diikat, ia menjawab, "Saya telah benar-benar bertawakkal kepada
Allah". Nabi saw yang tidak membenarkan jawaban tersebut berkata, "Ikatlah
dan setelah itu bolehlah engkau bertawakkal." Sumber : sman 50 jakartaa