Daftar Acara Televisi:
Prabu Angling Dharma adalah nama seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa, yang dianggap sebagai titisan Batara Wisnu. Dalam legenda, Prabu Angling Dharma dilahirkan oleh Pramesti, putri Jayabaya. Sementara Jayabaya merupakan putra Gendrayana, cucu Yudayana dan cicit Parikesit. Silsilahnya jika ditarik sampai ke tokoh Mahabharata: Abimanyu, ayah Parikesit dan Arjuna, kakek Parikesit. Dia bertakhta di Kerajaan Malawapati.Kisah ini dapat ditemukan dalam bentuk relief di candi Jago. Sebagai sebuah cerita, kisah ini dikenal baik dalam kidung maupun Serat Angling Dharma. Penentuan kisah relief merupakan tafsiran Thomas M. Hunter, ahli linguistik dan Jawa Kuno, berdasarkan naskah yang tak diterbitkan karya Bambang Soetrisno, mantan juru kunci Candi Jago. Tafsiran itu, pertama kali diungkapnya lewat seminar pada tahun 1989 yang kemudian dituliskan lewat makalah berjudul The Aridharma Reliefs of Candi Jago yang terbit dalam Society and Culture of Southeast Asia: Continuities and Changes pada tahun 2000. Secara keseluruhan, kisah Angling Dharma terdapat dalam tujuh panil relief. Kisahnya di relief didahului dengan adegan naga jantan merayu naga betina.
Di Candi Jago, relief Angling Dharma bisa ditemukan di kaki candi, tepatnya pada sisi timur laut. Letaknya setelah relief Tantri Kamandaka dan sebelum relief Kuñjarakarna.Walaupun demikian, relief Angling Dharma yang dipahat di Candi Jago bukan relief yang dibuat pada masa Singhasari. Mengingat Candi Jago dibangun sebagai pendharmaan bagi Raja Singhasari, Wisnuwardhana. Relief ini dipahat pada bangunan yang dipugar pada masa Hayam Wuruk. Pada Nagarakretagama disebutkan Hayam Wuruk melakukan pemugaran terhadap 27 pendharmaan leluhurnya. Candi Jago mengalami perombakan signifikan secara arsitektural.Selain di Candi Jago, masyarakat banyak yang percaya kisah Angling Dharma juga terbaca di relief Candi Mirigambar. Namun banyak ahli yang meragukannya, diantaranya arkeolog Belanda, N. J. Krom dan Knebel.Bagi sebagian orang, legenda ini bukanlah cerita biasa. Beberapa daerah, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, percaya tokoh itu pernah hidup di masa lalu. Diduga makam dan peninggalan Prabu Angling Dharma berada di Desa Baleadi, Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Letaknya di Desa Mlawat, Kecamatan Sukolilo. Nama Mlawat mirip Malawapati, kerajaan Angling Dharma. Dua kilometer dari sana, di Desa Kedung Winong, Kecamatan Sukolilo, diyakini terdapat makam Patih Batik Madrim, tokoh dalam kisah Angling Dharma.Di daerah Bojonegoro juga terdapat Situs Mlawatan di Desa Wotangare, Kalatidu, yang dipercaya sebagai petilasan Angling Dharma. Angling Dharma bahkan sempat diwacanakan menjadi ikon Kota Bojonegoro. Sampai-sampai tulisan di gapura perbatasan berbunyi: "Selamat Datang di Bumi Angling Dharma". Tim kesebelasan kota itu, Persibo, juga punya julukan "Laskar Angling Dharma".Salah satu keistimewaan tokoh ini adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang dan juga disebut sebagai keturunan Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata.
Dukun Lintah adalah film horor Indonesia tahun 1981 yang disutradarai oleh Ackyl Anwari dan Fred Wardy dan dibintangi antara lain oleh Susanna Caecilia dan Alex Kembar.
Alone dapat mengacu pada hal ini: Alone (film 2015)
"Alone" (lagu Heart)
"Alone" (lagu Shimokawa Mikuni)
"Alone" (lagu SISTAR)
Alone (album mini)
"Alone" (lagu Alan Walker)
"Alone" (lagu Marshmello)
"Alone" (lagu Halsey)
"Alone" (lagu Jessie Ware)
"Alone" (lagu Kim Petras dan Nicki Minaj)
My Name Is Khan (bahasa Indonesia: Nama Saya Adalah Khan) adalah sebuah film drama sosial berbahasa Hindi India tahun 2010 yang disutradarai oleh Karan Johar. Film tersebut diproduseri oleh Hiroo Yash Johar untuk rumah produksi Dharma Productions dan Gauri Khan untuk Red Chillies Entertainment, dalam sebuah asosiasi dengan Fox Star Studios, Searchlight Pictures dan Yash Raj Films. Film tersebut mengisahkan tentang Rizwan Khan (Shah Rukh Khan), seorang penderita sindrom Asperger yang pergi ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan presiden, dan kehidupan pribadinya dengan istrinya Mandira (Kajol), seorang penata rambut dengan anak semata wayang dari pernikahan pertamanya.
Setelah Kabhi Alvida Naa Kehna (2006), Karan Johar ingin membuat film berikutnya memiliki tema pusat selain percintaan. Ia memilih untuk menggunakan tema sosial dalam proyek mendatangnya, dan kemudian pengembangan dimulai pada 2007. Penulis skenario My Name Is Khan Shibani Bathija lalu melakukan sejumlah riset mengenai Asperger. Pengambilan gambar utama ditangani oleh Ravi K. Chandran dan dimulai pada Desember 2008, dengan sejumlah kendala terjadi. Setelah selesai pada Agustus 2009, film tersebut disunting oleh Deepa Bhatia dan Alan Edward Bell. Musiknya digubah oleh ShankarEhsaanLoy, dan dikoreografikan oleh Farah Khan. Efek visual untuk film tersebut dikerjakan di Mumbai selama tiga bulan dan dilakukan oleh seratus pekerja.
My Name Is Khan tayang secara perdana di Uni Emirat Arab pada 10 Februari 2018, dan dirilis di India pada dua hari kemudian. Film tersebut menerima sambutan positif, yang kebanyakan tertuju pada pemerannya. Dibuat dengan anggaran 550 juta (sekitar AS$12,2 juta pada 2010), film tersebut sukses secara komersial dengan meraup 1,92,2 miliar (sekitar AS$42,148,8 juta pada 2010). Film tersebut memenangkan beberapa penghargaan, termasuk tiga Penghargaan Filmfare: Sutradara Terbaik (Karan Johar), Aktor Terbaik (Shah Rukh Khan), dan Aktris Terbaik (Kajol).