Daftar Acara Televisi:
Chandra Nandini adalah serial televisi India yang mulai ditayangkan pada Star Plus tanggal 10 Oktober 2016. Hal ini dihasilkan oleh Ekta Kapoor di bawah bendera nya Balaji Telefilms dan diarahkan oleh Ranjan Kumar Singh. Dibintangi oleh Rajat Tokas sebagai Chandragupta Maurya dan Shweta Basu Prasad sebagai Nandini, alur ceritanya berdasarkan pada kehidupan Chandragupta Maurya.Hal ini dijuluki dalam bahasa Tamil di STAR Vijay dengan judul yang sama. Di Sri Lanka, pertunjukan yang disiarkan di Sinhala di Swarnavahini.
Serial ini juga dialihsuarakan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Chandra Nandini yang saat ini ditayangkan di ANTV sejak tanggal 3 Januari 2018 hingga 25 Maret 2018.
Tahun baru adalah hari permulaan tahun di mana dilakukan suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari seperti negara-negara lainnya di dunia karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian yang berasal dari kepausan pada tahun 1582. Sebelumnya negara Inggris dan koloni Amerika lanjut masih merayakan tahun baru pada tanggal ekuinoks musim semi di bulan Maret. Namun baru lah pada tahun 1752, Inggris dan koloni-koloninya akhirnya mengadopsi kalender Gregorian. Kalender ini telah menjadi acuan internasional untuk perjanjian, kesepakatan, kontrak perusahaan, dan dokumen hukum lainnya.
Hatiku Bukan Pualam adalah sebuah film drama Indonesia produksi tahun 1986 yang dibintangi oleh Deddy Mizwar, Roy Marten dan Jenny Rachman. Film ini disutradarai oleh Nasri Cheppy.
Mahakali (Sanskrit: Mahkl, Devanagari: ), diterjemahkan secara harfiah sebagai Kali Besar, adalah Dewi Hindu waktu dan kematian, dianggap sebagai permaisuri Mahakala, dewa kesadaran, dasar realitas dan eksistensi. Mahakali dalam bahasa Sansekerta secara etimologis adalah varian feminin dari Mahakala atau Waktu Agung (yang ditafsirkan juga sebagai Kematian), sebuah julukan dewa Siwa dalam agama Hindu. Mahakali adalah bentuk Adi parashakti, yang berada di luar ruang dan waktu. Kali adalah kekuatan kemarahan Adi parashakti dan karena itu warnanya hitam. Dia adalah aspek terbesar dari Kali yang banyak umat Hindu pegang sebagai Ibu Ilahi.
Prabu Angling Dharma adalah nama seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa, yang dianggap sebagai titisan Batara Wisnu. Dalam legenda, Prabu Angling Dharma dilahirkan oleh Pramesti, putri Jayabaya. Sementara Jayabaya merupakan putra Gendrayana, cucu Yudayana dan cicit Parikesit. Silsilahnya jika ditarik sampai ke tokoh Mahabharata: Abimanyu, ayah Parikesit dan Arjuna, kakek Parikesit. Dia bertakhta di Kerajaan Malawapati.Kisah ini dapat ditemukan dalam bentuk relief di candi Jago. Sebagai sebuah cerita, kisah ini dikenal baik dalam kidung maupun Serat Angling Dharma. Penentuan kisah relief merupakan tafsiran Thomas M. Hunter, ahli linguistik dan Jawa Kuno, berdasarkan naskah yang tak diterbitkan karya Bambang Soetrisno, mantan juru kunci Candi Jago. Tafsiran itu, pertama kali diungkapnya lewat seminar pada tahun 1989 yang kemudian dituliskan lewat makalah berjudul The Aridharma Reliefs of Candi Jago yang terbit dalam Society and Culture of Southeast Asia: Continuities and Changes pada tahun 2000. Secara keseluruhan, kisah Angling Dharma terdapat dalam tujuh panil relief. Kisahnya di relief didahului dengan adegan naga jantan merayu naga betina.
Di Candi Jago, relief Angling Dharma bisa ditemukan di kaki candi, tepatnya pada sisi timur laut. Letaknya setelah relief Tantri Kamandaka dan sebelum relief Kuñjarakarna.Walaupun demikian, relief Angling Dharma yang dipahat di Candi Jago bukan relief yang dibuat pada masa Singhasari. Mengingat Candi Jago dibangun sebagai pendharmaan bagi Raja Singhasari, Wisnuwardhana. Relief ini dipahat pada bangunan yang dipugar pada masa Hayam Wuruk. Pada Nagarakretagama disebutkan Hayam Wuruk melakukan pemugaran terhadap 27 pendharmaan leluhurnya. Candi Jago mengalami perombakan signifikan secara arsitektural.Selain di Candi Jago, masyarakat banyak yang percaya kisah Angling Dharma juga terbaca di relief Candi Mirigambar. Namun banyak ahli yang meragukannya, diantaranya arkeolog Belanda, N. J. Krom dan Knebel.Bagi sebagian orang, legenda ini bukanlah cerita biasa. Beberapa daerah, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, percaya tokoh itu pernah hidup di masa lalu. Diduga makam dan peninggalan Prabu Angling Dharma berada di Desa Baleadi, Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Letaknya di Desa Mlawat, Kecamatan Sukolilo. Nama Mlawat mirip Malawapati, kerajaan Angling Dharma. Dua kilometer dari sana, di Desa Kedung Winong, Kecamatan Sukolilo, diyakini terdapat makam Patih Batik Madrim, tokoh dalam kisah Angling Dharma.Di daerah Bojonegoro juga terdapat Situs Mlawatan di Desa Wotangare, Kalatidu, yang dipercaya sebagai petilasan Angling Dharma. Angling Dharma bahkan sempat diwacanakan menjadi ikon Kota Bojonegoro. Sampai-sampai tulisan di gapura perbatasan berbunyi: "Selamat Datang di Bumi Angling Dharma". Tim kesebelasan kota itu, Persibo, juga punya julukan "Laskar Angling Dharma".Salah satu keistimewaan tokoh ini adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang dan juga disebut sebagai keturunan Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata.